Pantau - Otoritas kesehatan Gaza melaporkan jumlah warga Palestina yang tewas di Jalur Gaza sejak 7 Oktober 2023 telah mencapai 72.027 jiwa, sementara 171.651 orang lainnya mengalami luka-luka per Sabtu, 7 Februari 2026, di tengah semakin parahnya krisis layanan kesehatan akibat perang berkepanjangan.
Lonjakan Korban dan Dampak Gencatan SenjataTambahan korban tercatat setelah 174 kematian pada periode 30 Januari hingga 6 Februari dimasukkan ke dalam data resmi usai mendapat persetujuan komite pemerintah terkait.
Sejak gencatan senjata berlaku pada 10 Oktober, otoritas kesehatan mencatat 576 warga Palestina tewas dan 1.543 orang lainnya terluka.
Meskipun pertempuran mereda, dampak kemanusiaan tetap berat karena infrastruktur kesehatan telah lumpuh dan tidak mampu menangani arus pasien.
Krisis Medis dan Kelangkaan ObatSejumlah rumah sakit yang masih beroperasi kini hanya berfungsi sebagai ruang tunggu bagi ribuan pasien karena keterbatasan fasilitas dan tenaga medis.
Banyak korban luka berada dalam kondisi tidak menentu akibat minimnya perawatan lanjutan dan peralatan medis yang memadai.
Otoritas kesehatan memperingatkan bahwa obat penghilang rasa sakit dasar telah menjadi barang langka akibat terputusnya pasokan.
Data menunjukkan 46 persen obat-obatan esensial, 66 persen perlengkapan medis, serta 84 persen bahan laboratorium dan bank darah telah sepenuhnya kehabisan stok.
Layanan yang paling terdampak mencakup pengobatan kanker, hematologi, bedah, perawatan intensif, dan layanan kesehatan primer.
Persediaan medis yang tersisa dinilai sangat terbatas dan jauh dari mencukupi untuk memenuhi kebutuhan kesehatan di seluruh Jalur Gaza.



