JAKARTA, KOMPAS.TV- Pemerintah memastikan stabilitas harga beras menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Ramadan dan Idulfitri, dengan memperpanjang program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) beras hingga akhir Februari 2026.
Untuk tahun ini, program tersebut juga diperkuat tambahan anggaran sebesar Rp4,97 triliun.
Badan Pangan Nasional (Bapanas) menyatakan, perpanjangan SPHP dilakukan seiring kuatnya stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP).
Direktur SPHP Bapanas Maino Dwi Hartono mengatakan, stok beras pemerintah saat ini berada dalam kondisi aman dan menjadi yang tertinggi.
Baca Juga: Purbaya Akui Pajak–Bea Cukai Belum Bersih, Pimpinan Harus Ikut Tanggung Jawab
“SPHP beras penting untuk terus dilanjutkan. Stok Cadangan Beras Pemerintah saat ini paling tinggi, jadi intervensi ke pasar bisa menekan harga beras agar masyarakat memperoleh harga yang baik dan wajar,” kata Maino dikutip dari laman resmi Bapanas, Sabtu (7/2/2026).
Hingga 31 Januari lalu, realisasi penjualan beras SPHP tercatat mencapai 902,7 ribu ton, atau sekitar 60,18 persen dari target tahunan.
Penyaluran dilakukan melalui Perum Bulog bersama pemerintah daerah lewat berbagai kanal, mulai dari pasar rakyat, koperasi, Gerakan Pangan Murah (GPM), outlet pangan binaan, hingga ritel modern.
Baca Juga: Tak Cuma Diskon Transportasi, Insentif Lebaran Juga Ada Beras dan Minyak
Sementara itu, program SPHP beras 2026 telah memperoleh persetujuan Anggaran Belanja Tambahan (ABT) Rp4,97 triliun dari Kementerian Keuangan.
Penulis : Dina Karina Editor : Gading-Persada
Sumber : Bapanas
- beras sphp
- beras bulog
- harga beras
- program sphp
- bapanas
- distribusi beras




