TABLOIDBINTANG.COM - Pandji Pragiwaksono harus menghadapi persoalan hukum terkait materi pertunjukan Mens Rea. Di tengah kekhawatiran publik soal masa depan kebebasan berekspresi komika, Pandji justru menilai industri yang telah membesarkan namanya itu tidak akan kehilangan keberanian.
Pandji menepis anggapan bahwa kasus hukum yang menjeratnya akan membuat para komika lain takut menyuarakan kritik atau mengangkat isu sensitif di atas panggung.
"Rasanya tidak, karena teman-teman stand-up comedian persis seperti saya posisinya. Kami ketika naik panggung itu adalah sebuah pertunjukan, sesuatu yang dikonsep untuk membuat orang tertawa," kata Pandji Pragiwaksono.
Menurut Pandji, setiap pelaku stand-up comedy memahami sejak awal bahwa profesi tersebut memiliki risiko. Namun, ia menegaskan bahwa komedi merupakan medium ekspresi yang memotret realitas sosial melalui sudut pandang humor, bukan semata-mata untuk menyerang pihak tertentu.
Ia juga menekankan bahwa niat utama para komika adalah menghibur masyarakat. "Jadi nggak ada alasan untuk khawatir karena memang dari awal semuanya termasuk saya niatnya adalah untuk menghibur masyarakat Indonesia. Sesuatu yang saya rasa sangat-sangat dibutuhkan sekarang ini," ujarnya.
Meski demikian, Pandji mengingatkan rekan-rekan seprofesinya agar siap berdialog apabila karya mereka menimbulkan perbedaan tafsir. Ia menilai ruang diskusi tetap penting ketika terjadi kesalahpahaman. "Tentu ada saja kemungkinan untuk kesalahpahaman, tapi kami bersiap atau menyiapkan diri untuk dialog," ucapnya.
Sementara itu, kuasa hukum Pandji, Haris Azhar, berharap proses hukum yang berjalan dapat memberi pelajaran bagi semua pihak. Ia menilai perkara ini berpotensi menjadi pijakan penting dalam menjaga kebebasan berekspresi di Indonesia.
"Ini akan jadi preseden yang baik, ini akan jadi modalitas yang baik bagi kepolisian secara institusional, bagi para stand-up comedian, dan juga bagi kita semua secara luas," ujar Haris Azhar.



