Iran Ancam Serang Pangkalan Militer AS di Timur Tengah

cnbcindonesia.com
8 jam lalu
Cover Berita
Foto: Aksi demonstrasi dukungan untuk rakyat Iran di luar Konsulat Jenderal AS, Istanbul, Turki, Minggu (1/2/2026). (REUTERS/Kemal Aslan)

Jakarta, CNBC Indonesia — Ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat kembali memanas setelah Teheran mengeluarkan peringatan keras bahwa pihaknya akan menyerang pangkalan militer AS di wilayah Timur Tengah jika Washington melancarkan serangan militer terhadapnya, sebuah sinyal ekskalasi potensi konflik yang bisa mengguncang stabilitas kawasan.

Pernyataan ini disampaikan oleh Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araqchi, dalam wawancara dengan media regional, yang menegaskan bahwa retaliasi akan ditujukan langsung pada instalasi militer Amerika, bukan negara-negara tuan rumah pangkalan tersebut.

Pernyataan itu muncul sehari setelah Iran dan AS menyatakan akan melanjutkan perundingan nuklir tidak langsung di Oman yang digambarkan sebagai "awal yang positif" oleh kedua belah pihak, mengutip Reuters Minggu (8/2/2026).


Araqchi menolak mengaitkan pembicaraan dengan isu-isu lain seperti program rudal balistik atau dukungan Iran terhadap kelompok bersenjata di kawasan, sambil menekankan bahwa dialog tidak bisa berjalan efektif di tengah ancaman dan tekanan militer yang terus berlanjut.

Reaksi keras Teheran ini terjadi di tengah penumpukan kekuatan militer AS di kawasan, termasuk penguatan armada laut dan komando militer, sebagai langkah pencegah dari kemungkinan konflik yang lebih luas.

Baca: Update Terkini Negosiasi Iran-AS di Oman, Muncul Hasil Mengejutkan

Presiden AS Donald Trump sebelumnya telah memperingatkan tindakan tegas terhadap Iran jika negara itu terus memperluas program nuklirnya, meski diplomat AS menggambarkan suasana pembicaraan sebagai konstruktif.

Namun, peringatan Iran bukan sekadar retorika diplomatik. Dalam sejarah terakhir, Iran pernah melancarkan serangan rudal terhadap pangkalan AS di Qatar sebagai respons atas operasi militer besar-besaran di wilayah tersebut, menunjukkan bahwa ancaman semacam itu memiliki preseden nyata.

Para analis menilai kondisi saat ini menggambarkan ketidakseimbangan antara dorongan diplomasi dan risiko militer yang terus membayang, di mana ketegangan bisa meledak kapan saja jika salah satu pihak merasa terancam secara langsung. Eskalasi semacam itu tidak hanya berimplikasi pada hubungan kedua negara, tetapi juga berpotensi mengganggu pasar energi global dan stabilitas geopolitik di seluruh kawasan.


(mkh/mkh)
Saksikan video di bawah ini:
Video: Trump Kembali Warning Iran, Beri Sinyal Serangan Militer

Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Kemendikdasmen Gandeng McGill dan UEA, Perkuat Kepemimpinan Guru Indonesia
• 6 jam lalutvrinews.com
thumb
Penampakan Ketua PN Depok Pakai Rompi Tahanan KPK Usai Terjaring OTT
• 23 jam lalukompas.tv
thumb
Polda Sumbar Bangun Sumur di Lokasi Bencana untuk Penuhi Kebutuhan Air Bersih Warga
• 17 jam lalupantau.com
thumb
Pemerintah Perpanjang Penyaluran Beras SPHP hingga Akhir Februari 2026
• 5 jam lalukumparan.com
thumb
Menteri PKP siapkan skema rumah susun subsidi bersama Danantara
• 12 jam laluantaranews.com
Berhasil disimpan.