Banjir yang melanda Provinsi Aceh dan Sumatera Utara akhir tahun lalu memberikan dampak yang signifikan terhadap fasilitas pendidikan di wilayah tersebut.
Berkat upaya yang intens dan cepat, sejumlah sekolah terdampak kini telah kembali beroperasi. Salah satu contoh yang menonjol adalah SDN 1 Tualang Cut di Aceh Tamiang, dimana siswa-siswi telah kembali ke sekolah pada tanggal 6 Februari.
"Tampak siswa-siswi SD berseragam Pramuka berkumpul di depan gedung sekolah. Berkat bantuan para personel TNI, gedung SDN 1 Tualang Cut sekarang sudah bersih dari lumpur dan sampah yang terbawa banjir," demikian petikan laporan Tim Media Presiden di Jakarta, dilansir dari Antara.
Keterlibatan TNI dalam proses pemulihan sangatlah krusial. Personel TNI bertugas membersihkan lokasi-lokasi pendidikan dari lumpur dan sampah yang terbawa banjir.
Di SDN 1 Tualang Cut, terlihat bahwa gedung sekolah tersebut telah dibersihkan dengan baik, bahkan dicat ulang menjadi warna hijau muda. TNI tidak hanya fokus pada pembersihan, tetapi juga melakukan perbaikan infrastruktur yang rusak akibat bencana.
Selain SDN 1 Tualang Cut, sekolah-sekolah lain seperti SDN Gelanggang Merak, SDN 1 Kuala Simpang, dan SDN Benua Raja juga turut dalam proses pemulihan.
Di Bireuen, upaya pembersihan telah dilaksanakan di beberapa sekolah. TNI terus berupaya agar semua sekolah bisa beroperasi kembali sehingga anak-anak mendapatkan hak mereka untuk belajar.
Langkah-Langkah Pemulihan di Sekolah Pembersihan dan RenovasiPembersihan menjadi langkah awal yang sangat penting dalam proses pemulihan. Di banyak sekolah yang terdampak, TNI, bersama dengan tenaga pendidik, membersihkan sisa-sisa lumpur dan debris banjir. Renovasi juga dilakukan, baik dari segi estetika maupun fungsional. Beberapa gedung sekolah dicat ulang dan diperbaiki untuk memastikan tampilan yang bersih dan menarik bagi siswa.
Perbaikan Infrastruktur SekolahPerbaikan infrastruktur menjadi fokus utama setelah pembersihan. TNI bertanggung jawab untuk merenovasi atap yang rusak, memperbaiki langit-langit, serta membersihkan dan mengecat ulang pintu dan jendela. Langkah ini diperuntukkan agar sekolah tidak hanya terlihat baik, tetapi juga aman bagi siswa saat beraktivitas belajar. Infrastruktur yang kokoh sangat penting untuk mendukung kegiatan sekolah yang berkelanjutan.
Penyediaan Lingkungan Belajar AmanMenciptakan lingkungan belajar yang aman adalah prioritas dalam pemulihan ini. Dengan adanya pembersihan dan perbaikan, sekolah-sekolah diharapkan memiliki fasilitas yang baik dan aman. Suasana belajar yang nyaman dan bebas dari ancaman sangat mempengaruhi psikologi siswa saat kembali bersekolah.




