BNI Lanjutkan Aksi Bersih Pantai dengan Dukungan Sarana TPS3R Sekar Tanjung di Bali

disway.id
10 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, DISWAY.ID - PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI melanjutkan aksi bersih-bersih Pantai Mertasari, Bali, dengan penyerahan bantuan sarana pengelolaan sampah kepada Tempat Pengolahan Sampah Reuse, Reduce, Recycle (TPS3R) Sekar Tanjung di Desa Sanur Kauh, Denpasar.

Langkah ini menjadi bagian dari pendekatan berkelanjutan BNI dalam mendukung pengelolaan lingkungan pesisir berbasis masyarakat.

Kegiatan bersih pantai yang dilaksanakan pada Sabtu pagi, 7 Februari 2026, bersama masyarakat, relawan, dan komunitas lingkungan setempat tersebut dilanjutkan dengan penyerahan bantuan berupa mesin pencacah sampah dan mesin press plastik.

Bantuan ini ditujukan untuk memperkuat kapasitas pengolahan sampah sekaligus mendorong nilai ekonomi dari pengelolaan sampah berbasis komunitas.

BACA JUGA:BNI Gelar Aksi Bersih Pantai Mertasari, Dorong Kesadaran Lingkungan Pesisir Bali

BACA JUGA:BNI Catat Lonjakan Pembiayaan Berkelanjutan Rp197 Triliun di 2025

Wakil Komisaris Utama BNI Tedi Bharata mengatakan, aksi bersih pantai dan dukungan sarana pengelolaan sampah merupakan satu kesatuan upaya untuk membangun kesadaran sekaligus solusi berkelanjutan.

“Kegiatan bersih pantai pagi ini merupakan langkah awal membangun kesadaran kolektif. Dukungan peralatan pengelolaan sampah menjadi tindak lanjut konkret agar upaya menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan dapat berjalan berkelanjutan serta memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat,” ujar Tedi dalam keterangan tertulis.

Penyerahan bantuan tersebut disaksikan oleh perangkat Desa Sanur Kauh, termasuk Perbekel I Made Ada, serta perwakilan komunitas lingkungan setempat.

TPS3R Sekar Tanjung saat ini melayani pengelolaan sampah terpadu bagi sekitar 1.200 rumah tangga dengan kapasitas pengolahan mencapai 3 ton per hari.

Pengelolaan sampah dilakukan melalui sistem pemilahan organik, anorganik, dan residu secara terstruktur.

Sampah organik diolah menjadi pupuk kompos, sementara sampah anorganik bernilai ekonomi seperti botol plastik, logam, dan berbagai jenis kemasan dipilah dan disalurkan kepada pengepul melalui Bank Sampah.

BACA JUGA:Terungkap! Liverpool Resmi Rekrut Laurens Paulussen dari KV Mechelen, Ini Isi Kesepakatannya

BACA JUGA:Guinness Patrick

Skema ini berkontribusi menekan volume sampah yang berakhir di tempat pembuangan akhir (TPA) sekaligus membuka peluang ekonomi bagi masyarakat sekitar.

  • 1
  • 2
  • »

Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Miris Kasus Gajah Sumatera Mati dengan Kepala Terpotong di Riau, Pelaku Diburu
• 19 jam laluliputan6.com
thumb
12 Trik Destroy All Humnas! PS2 Lengkap
• 19 jam lalumediaindonesia.com
thumb
Restrukturisasi KUR bagi Nasabah Terdampak Bencana di Sumbar Capai Rp38,9 Miliar
• 4 jam lalubisnis.com
thumb
Menjemput Ramadan 2026, 124 Dai Muda Siap Berdakwah
• 22 jam lalumetrotvnews.com
thumb
1,37 Juta Lapangan Kerja Baru Tercipta, Angka Pengangguran Turun 4,71 persen, Benarkah?
• 5 jam laludisway.id
Berhasil disimpan.