Menhut Tekankan Peran Mangrove bagi Ekologi dan Ekonomi Pesisir

idxchannel.com
2 jam lalu
Cover Berita

Menteri Kehutanan, Raja Juli Antoni mengunjungi lokasi rehabilitasi mangrove program Mangrove for Coastal Resilience (M4CR) di Desa Liagu, Provinsi Kalimantan

Menhut Tekankan Peran Mangrove bagi Ekologi dan Ekonomi Pesisir (FOTO:Dok Laman Kemenhut)

IDXChannel - Dalam rangka memperingati Hari Lahan Basah Sedunia 2026, Menteri Kehutanan, Raja Juli Antoni mengunjungi lokasi rehabilitasi mangrove program Mangrove for Coastal Resilience (M4CR) di Desa Liagu, Provinsi Kalimantan Utara. 

Mengusung Tema “Rawat Tradisi, Lahan Basah Lestari”, Kementerian Kehutanan berkomitmen untuk melestarikan rehabilitasi mangrove seiring dengan tradisi masyarakat setempat.

Baca Juga:
OJK Terbitkan Aturan Perkuat Aset Keuangan Digital

“Kerusakan hutan mangrove akibat aktivitas manusia telah banyak kita temui. Perambahan kayu mangrove, alih fungsi kawasan untuk penggunaan lahan budidaya, permukiman, perindustrian dan sebagainya harus diimbangi dengan penambahan tutupan hutan dan lahan mangrove melalui kegiatan Rehabilitasi Mangrove," kata Menhut dikutip Minggu (8/2/2026).

Menhut menegaskan rehabilitasi mangrove merupakan investasi jangka panjang untuk perlindungan wilayah pesisir sekaligus peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Baca Juga:
KPK Deteksi Emas Mulai Menjadi Alat Suap

Dalam pelaksanaan program M4CR, masyarakat terlibat aktif dalam rehabilitasi mangrove, mulai dari penanaman, pemeliharaan, hingga pengembangan usaha masyarakat. 

Di Desa Liagu, pola tanam silvofishery diterapkan, yaitu sistem budidaya perikanan pesisir berkelanjutan yang memadukan usaha budidaya tambak, seperti udang, ikan, kepiting dengan konservasi hutan mangrove.

Baca Juga:
Timnas Futsal Indonesia Masuk Runner Up Piala Asia 2026, FFI: Sangat Bangga

Sementara itu, Direktur Jenderal Pengelolaan Daerah Aliran Sungai dan Rehabilitasi Hutan, Dyah Murtiningsih, menekankan pentingnya mangrove sebagai barrier dari suatu tambak. 

Dalam pengelolaan tambak, menjaga keseimbangan ekologi harus tetap diutamakan guna meningkatkan produktivitas dan kualitas hasil tambak.

Baca Juga:
Box Office Send Help Incar Pendapatan USD10 Juta di Akhir Pekan

Hingga 2025, capaian rehabilitasi mangrove M4CR di Provinsi Kalimantan Utara seluas 6.543 hektar. Secara nasional, Program M4CR dilaksanakan di empat provinsi prioritas, yaitu Riau, Sumatera Utara, Kalimantan Timur, dan Kalimantan Utara. Selanjutnya melalui upaya penguatan pelaksanaan padiatapa sebagai bentuk persetujuan masyarakat, program ini diharapkan dapat mencapai target rehabilitasi hingga 27.634 hektar sampai tahun 2027.

Peringatan Hari Lahan Basah Sedunia 2026 di Kalimantan Utara diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat komitmen bersama dalam menjaga ekosistem lahan basah, meningkatkan ketahanan pesisir, serta mendorong kesejahteraan masyarakat melalui pengelolaan sumber daya alam yang berkelanjutan.

Baca Juga:
Bidik Pasar Timur Tengah, Indospring (INDS) Perluas Ekspansi Ekspor

(kunthi fahmar sandy)


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Pengukuhan Pengurus MUI di Istiqlal: Presiden Prabowo dan Tokoh Bangsa Doakan Korban Bencana
• 20 jam lalumatamata.com
thumb
Daftar Lengkap Harga Terbaru Emas Pegadaian pada 8 Februari 2026
• 28 menit laluwartaekonomi.co.id
thumb
Deretan Brand dan Aftermarket Luncurkan Produk Baru di IIMS 2026
• 21 jam lalumediaindonesia.com
thumb
Iftitah: Skema Trans Gotong Royong Hemat Rp369 Miliar
• 16 jam lalutvrinews.com
thumb
Pastikan Peserta BPJS PBI Aman, Andri Permana Imbau Warga Kota Tangerang Tetap Tenang
• 17 jam laluokezone.com
Berhasil disimpan.