Pantau - Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono menegaskan pembangunan infrastruktur memiliki peran strategis dalam memperkuat ketahanan nasional Indonesia di tengah dinamika geopolitik global yang semakin kompleks.
Berita ini dimuat pada kanal Humaniora ANTARA News, Minggu, 8 Februari 2026, pukul 02.09 WIB, dengan AHY sebagai tokoh utama dalam pernyataan tersebut.
AHY menyampaikan bahwa pada tahun 2026, geopolitik global tidak lagi hanya dibentuk melalui jalur diplomasi, tetapi turut mengalir melalui rantai pasok, sistem energi, platform digital, dan jaringan infrastruktur nasional.
"Pada tahun 2026, geopolitik tidak lagi hanya dibentuk melalui jalur diplomasi, tetapi mengalir langsung melalui rantai pasok, sistem energi, platform digital, dan jaringan infrastruktur nasional. Ekonomi dan geopolitik kini menjadi satu kesatuan yang tidak terpisahkan dari kedaulatan sebuah bangsa," ungkapnya.
AHY menjelaskan bahwa geopolitik global saat ini tidak lagi terbatas pada urusan diplomasi dan pertahanan semata, melainkan telah berdampak langsung terhadap rantai pasok, sistem energi, platform digital, hingga jaringan infrastruktur nasional.
Ia juga menyoroti perubahan iklim sebagai tantangan baru yang kini menjadi bagian dari risiko ekonomi global.
"Dalam geopolitik masa depan, risiko iklim adalah risiko ekonomi," ujarnya.
AHY menekankan bahwa Indonesia tidak bisa lagi bergantung pada respons yang bersifat reaktif dalam menghadapi berbagai tantangan tersebut.
"Infrastruktur harus dibangun agar mampu bertahan menghadapi guncangan melalui sistem peringatan dini, perencanaan berbasis risiko, dan desain infrastruktur untuk kondisi masa depan," katanya.
Untuk menjawab tantangan global, AHY menegaskan pembangunan infrastruktur nasional harus diarahkan untuk mendukung ketahanan pangan, energi, dan air.
Selain itu, pembangunan infrastruktur juga harus memperkuat konektivitas logistik nasional serta mendorong pemerataan pertumbuhan antarwilayah di seluruh Indonesia.
AHY menyampaikan bahwa di tengah ketidakpastian global, Indonesia harus tetap fokus membangun kemandirian nasional yang sejalan dengan Asta Cita dan visi besar Presiden Prabowo Subianto.
Ia menegaskan bahwa infrastruktur harus menjadi tulang punggung pertumbuhan ekonomi nasional sekaligus solusi atas ketimpangan pembangunan antarwilayah.
Selain aspek ketahanan nasional, AHY menekankan pentingnya kemitraan antara pemerintah dan dunia usaha untuk mempercepat proyek-proyek strategis yang kredibel, transparan, dan siap investasi.
Menurutnya, percepatan proyek strategis tersebut penting untuk mendukung transformasi ekonomi menuju Indonesia Emas 2045.


