VIVA – Komunitas jurnalis pencinta sepak bola terbesar di Indonesia, SeeJontor FC (SJFC), kembali menegaskan komitmennya dalam pembinaan sepak bola usia dini. Melalui agenda SeeJontor FC Tour De Central Java 2026, SJFC menggelar coaching clinic bersama dua legenda Timnas Indonesia, Erol Iba dan Jendri Pitoy, di Sleman, Yogyakarta.
Coaching clinic bertajuk Safari Ramadan ini digelar di Lapangan Sepak Bola Purwobinangun, Sleman, Jumat 6 Februari 2026. Sebanyak 55 anak dari SSB Pakem Soccer School tampak antusias mengikuti setiap sesi latihan yang dipandu langsung oleh para mantan punggawa Merah Putih tersebut.
Erol Iba memberikan materi teknik dasar bagi pemain lapangan, mulai dari dribble, passing, control, hingga shooting. Sementara Jendri Pitoy secara khusus membagikan ilmu dan pengalamannya kepada para calon penjaga gawang, dengan fokus pada teknik dasar dan mentalitas kiper.
“Sebagai insan sepak bola, saya dan Coach Erol ingin berbagi pengalaman dan memberikan yang terbaik untuk anak-anak Indonesia,” ujar Jendri Pitoy di sela kegiatan.
Erol Iba turut menyuntikkan motivasi kepada para peserta agar berani bermimpi dan bekerja keras sejak dini.
“Punya mimpi itu penting, tapi jangan hanya bermimpi. Bangun dan kejarlah mimpimu dengan kerja keras,” katanya.
Tak hanya fokus pada pembinaan teknis, SJFC juga menghadirkan nilai kepedulian sosial. Dalam kesempatan tersebut, SJFC menyerahkan dukungan berupa voucher perlengkapan latihan dari Fisik senilai Rp8 juta untuk SSB Pakem Soccer School. Selain itu, santunan juga diberikan kepada Panti Asuhan Sabilulhuda sebagai bagian dari kepedulian jelang bulan suci Ramadan.
Rangkaian kegiatan kemudian ditutup dengan laga persahabatan antara SeeJontor FC melawan PWI Yogyakarta. Pertandingan yang mendapat dukungan PAM Jaya ini menjadi ajang silaturahmi sekaligus bagian dari perayaan menuju Hari Pers Nasional pada 9 Februari 2026.
Pembina SeeJontor FC, Engel Glendy Sahanggamu, menilai kegiatan ini mencerminkan wajah sepak bola yang lebih luas, bukan sekadar kompetisi.
“Kegiatan SJFC ini sangat positif. Tidak hanya membina sepak bola usia dini, tetapi juga menumbuhkan nilai kebersamaan, kepedulian sosial, dan silaturahmi. Inilah semangat sepak bola yang harus terus dijaga,” ujarnya.


:strip_icc()/kly-media-production/medias/5495513/original/044841700_1770373828-Guru_di_Sukabumi_bikin_video_menyuapi_siswi.jpg)

/https%3A%2F%2Fcdn-dam.kompas.id%2Fphoto%2Fori%2F2026%2F01%2F21%2F93dec086-d714-4ec8-a5b9-4f1e913b9bd5.jpg)