Bisnis.com, JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) hari ini Minggu (8/2/2026) pagi berada di kisaran Rp16.700 hingga Rp17.000 berdasarkan kurs transaksi perbankan.
Berdasarkan E-rate BRI pukul 08.33 WIB, kurs beli dolar AS ditetapkan di level Rp16.798 per dolar. Sementara itu, kurs jual berada di Rp16.950 per dolar Amerika Serikat.
Adapun pada TT Counter BRI di waktu yang sama, kurs beli tercatat Rp16.730 per dolar AS dan kurs jual Rp17.030 per dolar AS.
Sementara itu, BNI memperbarui kurs pada pukul 09.50 WIB. Dalam skema Special Rates, BNI mematok kurs beli dolar AS sebesar Rp16.835 per dolar AS dan kurs jual Rp16.895 per dolar AS.
Untuk layanan TT Counter, BNI menetapkan kurs beli Rp16.730 per dolar AS dan kurs jual Rp17.030 per dolar AS.
Baca Juga
- Harga Emas Antam, UBS dan Galeri 24 Hari Ini, Minggu 8 Februari 2026 di Pegadaian
- Aksi China Borong Emas 40.000 Troy Ounce di Januari, Total Genggam 2.307 Ton
- Harga Emas Antam Hari Ini (8/2) di Pegadaian, Per Gram Naik jadi Rp3,21 Juta
Dalam kesempatan terpisah, Pengamat mata uang dan komoditas dari Traze Andalan Futures Ibrahim Assuaibi memperkirakan nilai tukar rupiah pada perdagangan pekan depan akan bergerak dalam rentang Rp16.750 hingga Rp17.200 per dolar Amerika Serikat (AS).
Sebagai perbandingan, pada penutupan perdagangan akhir pekan lalu, Jumat (6/2), rupiah ditutup melemah 34 poin ke level Rp16.876 per dolar AS. Pelemahan rupiah dipicu meningkatnya tensi geopolitik antara Iran dan Amerika Serikat. Pasar sebelumnya berharap pembicaraan antara Teheran dan Washington dapat meredakan ketegangan dan mencegah konflik yang lebih luas. Namun, perbedaan pandangan kedua negara terkait agenda perundingan, terutama penolakan Iran membahas persenjataan rudal di luar isu nuklir, kembali menimbulkan kekhawatiran pasar. Iran juga merupakan produsen minyak utama dan berada di sekitar Selat Hormuz, jalur vital perdagangan minyak mentah dunia.
Dari sisi eksternal lainnya, tekanan pasar turut dipengaruhi oleh data ekonomi AS. Laporan pemutusan hubungan kerja Challenger menunjukkan perusahaan-perusahaan AS memangkas jumlah tenaga kerja pada Januari dengan laju tercepat sejak resesi global 2009. Data lain juga mencatat klaim pengangguran mingguan yang lebih tinggi dari perkiraan serta penurunan jumlah lowongan kerja pada Desember. Kondisi pasar tenaga kerja yang mulai mendingin membuka peluang pemangkasan suku bunga oleh The Federal Reserve, sehingga menekan pergerakan dolar AS.
Dari dalam negeri, sentimen negatif datang dari keputusan Moody’s Ratings yang menurunkan outlook utang Indonesia dari stabil menjadi negatif, meski tetap mempertahankan peringkat Indonesia di level Baa2 atau investment grade. Moody’s menilai perubahan tersebut mencerminkan meningkatnya ketidakpastian kebijakan, tantangan tata kelola, serta potensi pelemahan kepercayaan investor. Lembaga pemeringkat itu juga menyoroti tantangan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dalam menjaga kredibilitas kebijakan dan stabilitas pasar keuangan.
Selain itu, cadangan devisa Indonesia tercatat menurun pada Januari 2026 menjadi US$ 154,6 miliar, dibandingkan bulan sebelumnya sebesar US$ 156,5 miliar. Penurunan ini dipengaruhi oleh pembayaran utang luar negeri pemerintah serta langkah stabilisasi nilai tukar rupiah oleh Bank Indonesia di tengah meningkatnya ketidakpastian pasar keuangan global. Meski demikian, posisi cadangan devisa tersebut dinilai masih memadai untuk menopang ketahanan sektor eksternal serta menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan.





