JEMBRANA, iNews.id – Fenomena sampah kiriman di pesisir pantai Bali menjadi perhatian serius pemerintah pusat. Usai mendapat teguran dari Presiden Prabowo Subianto, Pemerintah Kabupaten Jembrana bersama TNI-Polri langsung menggencarkan aksi bersih-bersih massal di sepanjang pantai, Minggu (8/2/2026).
Salah satu titik terparah berada di Pantai Yeh Sumbul, Desa Yeh Sumbul, Kecamatan Mendoyo, Jembrana. Sepanjang garis pantai tampak tertutup tumpukan sampah yang didominasi material kayu, ranting pohon, sampah plastik, hingga pakaian bekas.
Menurut warga setempat, tumpukan sampah ini merupakan "hadiah" tahunan saat musim penghujan tiba. Arus laut membawa sampah dari muara sungai dan terdampar di pesisir pantai.
"Sampah ini kiriman setiap musim hujan. Sangat mengganggu, apalagi Pantai Yeh Sumbul ini destinasi favorit untuk surfing," ujar Supri, salah seorang warga.
Kondisi ini memang merusak estetika Bali sebagai destinasi wisata dunia. Hal inilah yang memicu sorotan tajam dari Presiden Prabowo, yang kemudian direspons cepat oleh aparat di daerah.
Aksi bersih-bersih yang digelar pada Minggu pagi ini menyasar dua titik utama, yakni Pantai Yeh Sumbul di Kecamatan Mendoyo dan Pantai Medewi di Kecamatan Pekutatan. Tak hanya petugas kebersihan, ribuan personel dari TNI, Polri, masyarakat umum, hingga pelajar dikerahkan untuk memungut sampah di bibir pantai.
Langkah masif ini diharapkan dapat mengembalikan keasrian pantai-pantai di Bali Barat, sekaligus menjadi komitmen pemerintah daerah dalam menjaga kebersihan lingkungan pasca-mendapatkan teguran keras dari pusat.
Petugas mengimbau agar masyarakat dan wisatawan juga turut menjaga kebersihan dengan tidak membuang sampah ke aliran sungai yang bermuara ke laut.
Original Article


.jpeg)