Wajah Baru di Pucuk Toyota, Kenta Kon Gantikan Koji Sato

kumparan.com
3 jam lalu
Cover Berita

Toyota Motor Corporation (TMC) mengumumkan perubahan struktur eksekutif dan jajaran direksi yang akan berlaku mulai 1 April 2026. Perombakan ini menjadi bagian dari upaya perusahaan mempercepat pengambilan keputusan serta memperkuat daya saing di tengah tantangan industri otomotif global.

Dalam struktur baru tersebut, Koji Sato yang saat ini menjabat sebagai President and Member of the Board of Directors akan beralih ke posisi Vice Chairman sekaligus mengemban peran baru sebagai Chief Industry Officer (CIO). Sementara itu, Kenta Kon yang sebelumnya menjabat sebagai Operating Officer akan menempati posisi President and Chief Executive Officer (CEO).

“Di bawah struktur kepemimpinan baru ini, Sato akan fokus pada pengembangan industri secara lebih luas, sementara Kon akan memusatkan perhatian pada pengelolaan internal perusahaan,” tulis Toyota dalam pernyataan resminya, Kamis (6/2).

Toyota menjelaskan, perubahan peran ini bertujuan untuk mempercepat respons manajemen terhadap dinamika lingkungan internal maupun eksternal. Selain itu, struktur baru tersebut diharapkan mampu memperkuat kontribusi Toyota terhadap masyarakat melalui penguatan sektor industri.

Perusahaan menilai industri otomotif global saat ini tengah menghadapi tekanan bisnis yang semakin kompleks. Oleh karena itu, percepatan kolaborasi industri menjadi kebutuhan mendesak guna menjaga daya saing internasional.

Dalam konteks ini, peran Koji Sato dinilai strategis, terutama setelah ia ditunjuk sebagai Ketua Asosiasi Produsen Kendaraan Jepang (Japan Automobile Manufacturers Association/JAMA) sejak Januari 2026. Selain itu, sejak Mei 2025, Sato juga menjabat sebagai Wakil Ketua Keidanren atau Federasi Bisnis Jepang.

Melalui peran tersebut, Sato diharapkan dapat mendorong kebijakan berbasis monozukuri, filosofi manufaktur Jepang, serta memperkuat kerja sama lintas industri untuk meningkatkan daya saing nasional.

Di sisi lain, Toyota menegaskan bahwa penguatan kinerja keuangan menjadi prioritas utama perusahaan. Peningkatan daya pendapatan dan penurunan ambang batas volume produksi dinilai penting untuk memastikan keberlanjutan bisnis dan pengembangan produk.

“Kami perlu memimpin reformasi secara menyeluruh di seluruh rantai nilai, bukan hanya melalui pendekatan sektoral,” demikian pernyataan Toyota.

Dalam hal ini, Kenta Kon dipandang memiliki kompetensi yang kuat. Selama menjabat sebagai Chief Financial Officer (CFO), Kon berada di garis depan dalam upaya memperbaiki struktur pendapatan perusahaan. Ia juga memiliki pengalaman manajemen lintas fungsi melalui perannya di Woven by Toyota, Inc.

Toyota menambahkan, penunjukan jajaran pimpinan tertinggi selalu dikaji dari perspektif jangka panjang oleh Executive Appointment Meeting. Proses ini dilakukan secara berkelanjutan untuk memastikan kesinambungan kepemimpinan perusahaan.

Perubahan struktur ini juga merupakan respons atas penunjukan Koji Sato sebagai Ketua JAMA. Dewan Direksi Toyota menilai kontribusi terhadap industri nasional merupakan tanggung jawab perusahaan, sehingga menyetujui penugasan tersebut sejak awal 2026.

Setelah mempertimbangkan dampak rangkap jabatan Sato di Toyota, JAMA, dan Keidanren, komite eksekutif kemudian menyusun struktur kepemimpinan baru yang dinilai paling optimal. Usulan tersebut disahkan dalam rapat dewan pada 6 Februari 2026.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Daihatsu Rocky Hybrid Raup 550 Pesanan, Inden sampai April 2026
• 54 menit lalukumparan.com
thumb
Kerusakan akibat bencana banjir bandang di Nagan Raya capai Rp1,1 T
• 12 jam laluantaranews.com
thumb
Danantara Resmi Mulai Proyek Peternakan Ayam Terintegrasi, ID Food Janji Serap Panen Rakyat
• 6 jam lalubisnis.com
thumb
Menteri PKP Maruarar Sirait: Kepuasan Publik 79,9% Bukti Nyata Publik Apresiasi Kinerja Presiden
• 4 menit laludetik.com
thumb
Bandai Namco Umumkan Captain Tsubasa 2: World Fighters, Rilis 2026
• 18 jam lalumedcom.id
Berhasil disimpan.