Kerusakan akibat bencana banjir bandang di Nagan Raya capai Rp1,1 T

antaranews.com
14 jam lalu
Cover Berita
Nagan Raya (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Nagan Raya, Provinsi Aceh menyatakan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat bencana alam banjir bandang yang terjadi pada Rabu, 26 November 2025 lalu sebesar Rp1,1 triliun lebih.

“Data kerusakan dan kerugian akibat bencana alam banjir bandang ini sudah kita sampaikan ke pemerintah pusat, kita berharap semua kerusakan ini dapat diakomodir,” kata Bupati Nagan Raya, Aceh, Teuku Raja Keumangan didampingi Wakil Bupati Raja Sayang di Suka Makmue, Sabtu (7/2).

Ia menyebutkan, ada pun rincian kerusakan akibat bencana alam di Nagan Raya yaitu terdiri atas kerusakan permukiman sebesar Rp131 miliar lebih, kerusakan di sektor infrastruktur Rp572,7 miliar lebih, kerusakan dampak ekonomi Rp278,8 miliar lebih.

Kemudian di sektor sosial sebesar Rp75,9 miliar lebih, serta kerusakan lintas sektor sebesar Rp39,6 miliar lebih.

Teuku Raja Keumangan mengatakan pihaknya saat ini juga terus melakukan komunikasi dan koordinasi dengan BNPB dan Pemerintah Aceh, untuk melaporkan setiap perkembangan pascabencana banjir bandang yang menyebabkan kerusakan aneka infrastruktur dan permukiman masyarakat.

Pihaknya berharap pelaporan kerusakan tersebut nantinya menjadi pertimbangan pemerintah, guna membangun kembali sejumlah prasarana dan sarana yang rusak akibat banjir bandang.

Baca juga: Polri bangun dua jembatan bailey di Agam permudah akses warga

Sebelumnya, Pemerintah Kabupaten Nagan Raya, Provinsi Aceh memastikan sebanyak 25.608 jiwa atau 8.325 KK di daerah setempat terdampak banjir bandang yang terjadi pada Rabu (26/11/2025) lalu.

Bencana banjir bandang di Nagan Raya, Aceh, juga menyebabkan korban hilang sebanyak tiga orang dan korban meninggal dunia 1 orang.

Selain itu, jumlah fasilitas umum dan infrastruktur yang mengalami kerusakan baik rusak berat, sedang maupun ringan akibat banjir bandang di Nagan Raya, Aceh meliputi 29 kantor, tiga rumah ibadah, 12 dayah/pesantren tradisional.

Kemudian 46 sekolah dan 4 fasilitas pelayanan kesehatan. Selain itu, telah didata pula 7 titik jalan dan tiga unit jembatan putus.

Sedangkan jumlah rumah yang terdampak bencana banjir bandang meliputi 1.807 unit terdiri dari 487 unit rumah dilaporkan rusak berat, 283 unit rumah dalam kondisi rusak sedang, serta rusak ringan sebanyak 1.043 unit rumah.

Baca juga: Polda Sumbar buat sumur guna penuhi kebutuhan warga terdampak bencana

Baca juga: TNI rampungkan jembatan Armco di Tapanuli Tengah pulihkan akses warga


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
103 Tahun Fatmawati Soekarno, Menghidupkan Kembali Nilai Ibu Bangsa
• 20 jam laluliputan6.com
thumb
Pillar dan ANW Rilis Koleksi Imlek 2026, Mulai dari Kebaya hingga Dress Shirring
• 10 jam lalukumparan.com
thumb
Kasus Dugaan Penganiayaan, Bahar bin Smith Diperiksa 11 Februari 2026
• 8 jam lalurctiplus.com
thumb
Masuk Lingkaran Istana, Calon Wamen Ini Ternyata Mata-Mata Israel
• 10 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Kemensos Rehabilitasi 7 PMI Korban TPPO di Turki
• 19 jam lalusuara.com
Berhasil disimpan.