Polisi Ungkap Hasil Labfor Anak Ketiga yang Racuni Keluarga di Warakas

detik.com
7 jam lalu
Cover Berita
Jakarta -

Polisi mengatakan tak ditemukan zat beracun dalam tubuh pria berinisial AS atau S (22), pelaku yang menewaskan keluarganya dengan cara meracun di Warakas, Jakarta Utara (Jakut). Berdasarkan hasil forensik tak ada kandungan pestisida di tubuh AS menindaklanjuti temuan awal AS di lokasi dalam keadaan lemas.

"Ya, ini hasil dari pemeriksaan dokter ya. Hasil pemeriksaan dokter, baik itu oleh Labfor dan dokter forensik, tidak ditemukan racun pestisida di dalam tubuh pelaku," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto kepada wartawan seusai korve di Waduk Cincin, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Minggu (8/2/2026).

Namun, Budi tidak menjelaskan apakah AS hanya berakting untuk mengelabui atau tidak. Pastinya, Budi meminta agar hal ini menjadi pelajaran untuk tidak menyalahgunakan obat-obatan.

"Ya, saya tidak menyatakan itu, tapi tidak ditemukan. Karena kami kan menyampaikan harus scientific. Ada fakta atas uji. Nah, kalau yang bersangkutan, karena ada etanol, ada apa alkohol, ada satu zat saya tidak menyampaikan nanti akhirnya akan menjadi edukasi bagi masyarakat. Zat yang dibakar membuat pihak keluarga lemas, termasuk racun tadi yang disampaikan," jelas dia.

Baca juga: Duduk Perkara Keluarga di Warakas Tewas di Tangan Anak Tengah

Adapun Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Utara AKBP Onkoseno menyebut pelaku hanya berpura-pura lemas sebagai siasat mengelabui. Pelaku sendiri sudah ditetapkan sebagai tersangka atas kematian anggota keluarganya.

"Pura-pura sebagai alibi (alasan)," kata Onkoseno, Sabtu (7/2).

Dia juga telah dilakukan pemeriksaan terkait kandungan zat di dalam tubuhnya. Hasilnya, sama sekali tidak ditemukan racun pada tubuh pelaku.
"Tidak ada kandungan racun pada tubuh pelaku," imbuhnya.

Hasil Tes Kejiwaan Pelaku

Sebelumnya diberitakan, pelaku telah dilakukan tes kejiwaan. Tidak ditemukan gangguan jiwa pada pelaku.

"Jadi dalam proses penyelidikan perkara ini, kami juga melakukan pemeriksaan terhadap tersangka sebelumnya, dan dari hasil pemeriksaan psikiater, muncullah namanya visum et repertum psychiatricum, di mana hasilnya adalah pada tersangka, tidak ditemukan gejala gangguan jiwa berat," kata Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Utara AKBP Onkoseno.

Namun pelaku memiliki kecenderungan tidak adaptif dalam menyelesaikan masalah. Pelaku memiliki dorongan agresivitas dalam menyelesaikan masalah.

"Namun memiliki pola kepribadian penyelesaian masalah tidak adaptif. Kemudian punya dorongan adanya agresivitas, dan bercakap mental dalam mempertahankan perbuatannya," katanya.

Baca juga: Anak Tengah Racuni Keluarga di Jakut Dites Kejiwaan, Ini Hasilnya

Pelaku meracuni keluarganya dengan memberi zat ke panci berisi rebusan air teh. Campuran zat yang dicampurkan ke minuman membuat keluarganya pingsan.

"Kemudian dia kembali ke rumahnya mencampurkan zat tersebut dalam panci yang di situ sudah ada rebusan tehnya. Kemudian proses kedua setelah memastikan korban pingsan namun belum meninggal dunia," tuturnya.

Setelah korban tidak sadarkan diri, pelaku kembali menyendokkan racun ke mulut korban. Racun tersebutlah yang menyebabkan para korban tewas.




(tsy/dwr)

Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Pengakuan Pria yang Dicurigai Gendong Mayat di Tambora, ternyata Salah Paham
• 53 menit lalukompas.com
thumb
Terungkap, Sindikat Penculikan Balita RZA di Tamansari Jakbar dan Bilqis Ternyata Satu Jaringan
• 12 jam lalutvonenews.com
thumb
Siap Jadi Pebisnis Muda? Kuliah Manajemen di UNM
• 2 jam lalurepublika.co.id
thumb
Pemimpin Senior Hamas Tolak Pelucutan Senjata dan Pemerintahan Asing
• 2 jam laludetik.com
thumb
Canda Pramono ke JK : Enggak Mau Masuk Gorong-Gorong, yang Kerja Pikiran dan Otak
• 5 jam laluokezone.com
Berhasil disimpan.