SIDOARJO, iNews.id – Perayaan tradisi Nyadran atau Petik Laut di Desa Balongdowo, Kecamatan Candi, Sidoarjo, Jawa Timur, diwarnai insiden. Satu unit perahu yang mengangkut perangkat sound horeg senilai puluhan juta rupiah karam dan tenggelam di dasar sungai, Minggu (8/2/2026).
Insiden ini diduga terjadi karena perahu tidak kuat menahan beban perangkat suara yang sangat berat. Selain peralatan musik, perahu tersebut juga mengangkut sejumlah warga yang asyik berjoget mengikuti irama musik.
Saksi mata di lokasi, Levina, menuturkan bahwa awalnya pesta musik di atas air tersebut berlangsung sangat meriah. Beberapa perahu tampak berjajar melintasi Sungai Balongdowo dengan dentuman suara musik yang keras.
"Tadi itu sound horeg-nya ditaruh di atas perahu. Mungkin karena tidak seimbang dan bebannya terlalu berat, tiba-tiba perahunya miring," ujar Levina.
Kepanikan pun terjadi saat perahu mulai oleng. Dalam hitungan detik, perangkat speaker berukuran besar dan sejumlah peralatan elektronik lainnya langsung merosot dan jatuh ke dalam sungai. Warga yang berada di atas perahu pun ikut terjun ke air untuk menyelamatkan diri.
Meski tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini, kerugian materiil yang dialami pemilik sound system tersebut tergolong besar. Diperkirakan, kerusakan alat akibat terendam air sungai mencapai lebih dari Rp75 juta.
Warga sekitar sempat berupaya membantu mengevakuasi perangkat sound dari dasar sungai menggunakan tali seadanya. Kejadian ini sempat menyita perhatian ratusan pengunjung yang tengah memadati area perayaan Nyadran di sepanjang bantaran sungai.
Original Article

