Mujahadah Kubro 1 Abad NU di Malang, PWNU Jatim Tegaskan Komitmen Jaga Persatuan dan NKRI

pantau.com
4 jam lalu
Cover Berita

Pantau - Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur menegaskan bahwa peringatan Mujahadah Kubro 1 Abad Nahdlatul Ulama dimaknai sebagai momentum mempererat persatuan dan persaudaraan demi menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Pernyataan tersebut disampaikan oleh Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin saat memberikan sambutan dalam acara Mujahadah Kubro yang digelar di Stadion Gajayana, Malang, pada Minggu.

Gus Kikin menekankan bahwa semangat persatuan dan persaudaraan merupakan warisan langsung dari pendiri Nahdlatul Ulama, KH Hasyim Asy'ari, sejak 100 tahun lalu.

"Kami senantiasa menjaga tradisi yang diwariskan pendiri Nahdlatul Ulama untuk selalu mempererat persatuan, kesatuan, persaudaraan sebagai warga NU guna menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia," ungkapnya.

Ia menjelaskan bahwa KH Hasyim Asy'ari senantiasa menyerukan kepada warga NU agar mengedepankan cinta, kasih sayang, kerukunan, dan ikatan jiwa dalam menggerakkan organisasi.

Menurutnya, nilai-nilai dan petuah pendiri NU tersebut tetap relevan hingga era modern saat ini.

Nahdlatul Ulama kini telah tumbuh pesat menjadi organisasi keagamaan besar dengan jumlah anggota yang mencapai lebih dari 100 juta orang.

Gus Kikin menyatakan bahwa kondisi ini merupakan anugerah sekaligus amanah besar yang harus dijaga dan dijalankan dengan kerja keras dan penuh tanggung jawab.

PWNU Jawa Timur menegaskan bahwa NU akan terus membersamai masyarakat dan pemerintah dalam mengemban mandat demokrasi.

Kebersamaan ini dipandang sebagai jalan untuk memperkuat peran NU sebagai penjaga tradisi sekaligus pengembang peradaban berbasis riset keilmuan dan kaidah pendirian NU.

"Organisasi ini terasa manis di orang yang baik, tapi terasa sesak di tenggorokan orang yang jahat," tegas Gus Kikin.

Ia mengajak seluruh nahdliyin di Jawa Timur agar menciptakan kedamaian di setiap wilayah tempat tinggal masing-masing.

"Harus saling menasihati, bekerja sama, memberikan petuah yang menyembuhkan, dakwah yang menyelamatkan, dan argumen yang kuat. Dawuh Hadratus Syeikh sangat relevan dan aktual hingga hari ini," pesannya.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Kalimat yang Bikin Orang Meragukan Kredibilitasmu Menurut Ahli
• 1 jam lalubeautynesia.id
thumb
Erick Thohir Sebut AFC Beri Apresiasi Tinggi untuk Timnas Futsal Indonesia: Final Terbaik dalam Sejarah Piala Asia
• 7 jam lalutvonenews.com
thumb
Ketua PN Depok Ditangkap KPK, MA Respons Begini
• 17 jam lalutvonenews.com
thumb
BRI Super League: Kalah dari Persik di Lapangan Becek, Jan Olde Riekerink Sebut Dewa United Sulit Main di Tempat Seperti Rawa
• 16 jam lalubola.com
thumb
5 Rekomendasi Ponsel Tangguh di Musim Hujan, Usung Sertifikasi IP69 hingga IP54
• 19 jam laluwartaekonomi.co.id
Berhasil disimpan.