Bisnis.com, JAKARTA — Upaya menyiapkan generasi muda yang berkarakter kuat dan siap menghadapi tantangan masa depan sangat bergantung pada kualitas lingkungan pendidikan sejak dini, karena sekolah berperan membentuk kepercayaan diri, kemampuan sosial, serta daya tahan mental anak, tidak hanya capaian akademik.
Wakil Komisaris Utama PT Hotel Sahid Jaya International, Exacty B. Sryantoro, MBA, menilai proses pendidikan ideal harus memberi ruang bagi anak untuk tumbuh sesuai potensi masing-masing.
Sekolah dipandang tidak hanya sebagai ruang transfer pengetahuan, tetapi juga sebagai lingkungan aman bagi anak untuk mengenali diri serta mengembangkan karakter.
“Kami berharap anak-anak yang bersekolah di Labschool bisa tumbuh di lingkungan yang nyaman dan aman, sehingga mereka bisa mendapatkan pendidikan yang baik dan maksimal, berlandaskan iman, ilmu, dan amal,” ujarnya kepada Bisnis, Minggu (8/2/2026).
Exacty menilai keberagaman yang ada di lingkungan sekolah menjadi nilai tambah dalam pembentukan karakter siswa. Interaksi lintas latar belakang agama dan budaya dinilai dapat membangun sikap toleransi dan empati sejak dini.
“Di sini semua agama ada. Anak-anak belajar hidup bersama, saling menghormati, dan itu menjadi bekal penting untuk kehidupan mereka ke depan,” katanya.
Baca Juga
- RI-Australia Jalin Kerja Sama Keamanan, Pendidikan, hingga Tenaga Kerja Dengan
- PM Australia Albanese Temui Prabowo di Istana, Jalin Kerja Sama Pendidikan hingga Ekonomi
- Anak SD Bunuh Diri di NTT, Cermin Kemiskinan Struktural yang Hantam Dunia Pendidikan
Menurutnya, pengalaman belajar yang positif juga akan membentuk memori jangka panjang bagi siswa. Lingkungan yang mendukung eksplorasi diyakini mampu menumbuhkan rasa percaya diri dan keberanian anak dalam mengekspresikan ide maupun minatnya.
“Kami ingin anak-anak punya kenangan yang baik selama bersekolah. Mereka merasa nyaman dan punya ruang untuk bereksplorasi, baik di akademik maupun non akademik,” ujarnya.
Exacty menambahkan, kesempatan yang diberikan kepada siswa untuk berkreasi terbukti berdampak pada prestasi. Dia menilai capaian siswa di berbagai bidang menunjukkan pentingnya pendekatan pendidikan yang tidak membatasi potensi anak.
“Ketika anak diberi kesempatan seluas-luasnya, hasilnya terlihat. Bukan hanya di seni, tapi juga di matematika, fisika, dan bidang lain. Potensi itu muncul karena mereka diberi ruang,” katanya.
Selain itu, aktivitas sekolah yang beragam dan terstruktur dinilai berkontribusi dalam membangun iklim sosial yang sehat. Exacty menyebut, keterlibatan siswa dalam kegiatan positif dapat meminimalkan risiko perundungan dan masalah sosial lainnya.
“Sekolah bukan hanya soal fasilitas atau kurikulum, tapi bagaimana semua pihak guru, siswa, dan orang tua bekerja sama menciptakan lingkungan yang sehat,” ujarnya.
Ke depan, dia berharap lulusan sekolah mampu melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi dengan fondasi karakter yang kuat. Menurutnya, keberhasilan akademik akan lebih bermakna jika dibarengi dengan sikap tanggung jawab, keberanian, dan integritas.
“Harapannya, anak-anak yang keluar dari sini menjadi pribadi tangguh, berkarakter, dan siap menjalani kehidupan selanjutnya,” tutupnya.



/https%3A%2F%2Fcdn-dam.kompas.id%2Fimages%2F2025%2F12%2F04%2Ff670ad58439803cd548ce81ab8b43547-Kalbe1.jpg)

