Setelah 12 Tahun, Bunga Bangkai Raksasa Akhirnya Mekar di Kebun Raya Bogor

genpi.co
5 jam lalu
Cover Berita

GenPI.co - Bunga bangkai raksasa atau Amorphophallus Titanum akhirnya mekar di Kebun Raya Bogor, Jawa Barat, setelah penantian 12 tahun.

Horticulture Senior Manager PT Mitra Natura Raya Pengelola Kebun Raya Bogor Yudhistira mengatakan bungai bangkai ini menuju mekar tepatnya di tebingan Mata Air Kahuripan, pada Minggu (25/1) lalu.

Setelah itu bunga bangkai ini mekar sempurna pada Kamis (5/2) malam.

“Tongkol menjulang hingga 140 cm, dengan diameter bunga mencapai 56 cm. Tepat pukul 00.24 WIB, seludang bunga terbuka sempurna, menandai klimaks dari peristiwa langka yang hanya berlangsung singkat," kata dia, dikutip Minggu (8/2).

Yudhistira menjelaskan mekarnya bunga bangkai raksasa bukan sekadar peristiwa botani, melainkan keajaiban siklus alam.

Peneliti Ahli Madya Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Dian Latifah mengungkapkan bungai bangkai adalah salah satu koleksi Kebun Raya Bogor yang ditanam pada 11 September 1992.

Bibit bunga bangkai yang kini mekar ini berasal dari Jambi.

Dian membeberkan penyerbukan bunga bangkai di Kebun Raya dibantu manusia.

Hal ini berbeda dengan di alam bebas harus dibantu serangga penyerbuk yang di alam harus terbang jauh berpuluh-puluh kilometer membawa serbuk sari dari bunga lain yang mekar bersamaan untuk menjadi buah dan biji.

"Sedangkan di Kebun Raya harus dibantu manusia (hand pollination). Bunga jantan dan betinanya tidak masak bersamaan," imbuh dia.

Maka dari itu, dia menyebut masyarakat perlu melihat proses mekarnya bunga bangkai raksasa ini.

Bunga dengan nomor koleksi VI.C.489 itu terakhir mekar di Kebun Raya Bogor pada 2020.

Saat ini, nomor koleksi 382 yang sedang mekar setelah penantian 12 tahun.

Bunga ini mempunyai siklus hidup yang unik, memiliki fase vegetatif, dan generatif diselingi fase dorman (istirahat).

Menurut dia, masyarakat dapat melihat perbedaan dengan bunga bangkai lain, seperti suweg (Amorphophallus Paeniifolius), Rafflesia Arnoldii, atau Rafflesia Hasseltii.

“Meskipun sebutannya bunga bangkai raksasa, tetapi sebenarnya bunga jantan dan betinanya hanya kecil-kecil mengelompok saja di bagian bawah spadiks-nya yang menjulang tinggi," jelas Dian.(ant)

Jangan lewatkan video populer ini:


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Protes Kaum Muda Lebih Berdampak
• 8 jam lalukompas.id
thumb
Prabowo Terimakasih ke MUI: Saya Bangga Jadi Presiden RI
• 18 jam lalutvonenews.com
thumb
Dirut ANTARA: Jurnalisme Harus Hadirkan Fakta, Kebenaran, dan Tanggung Jawab Sosial
• 8 menit lalupantau.com
thumb
Ratusan Pekerja Bandung Zoo Cemas Usai Ganti Pengelola: Kami Masih Bisa Bekerja?
• 5 jam laluliputan6.com
thumb
Prediksi BRI Super League Semen Padang Vs Persita: Kesempatan Kabau Sirah Menyelamatkan Diri
• 13 jam lalubola.com
Berhasil disimpan.