Prabowo: Kita Sungguh-sungguh Ingin Jadi Negara Maju, Lapangan Kerja Ditingkatkan

kompas.com
4 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com - Presiden RI Prabowo Subianto menyampaikan tekadnya untuk meningkatkan lapangan pekerjaan untuk rakyat Indonesia.

"Saudara-saudara sekalian, kita juga bertekad meningkatkan lapangan pekerjaan untuk bangsa Indonesia," ujar Prabowo saat menghadiri Mujahadah Kubro Satu Abad Nahdlatul Ulama (NU) di Malang, Jawa Timur, Minggu (8/2/2026).

Prabowo menyampaikan, pemerintah juga akan memimpin industrialisasi di Indonesia.

Baca juga: Kata Prabowo, Pemimpin Tidak Boleh Punya Rasa Benci dan Dengki

Menurutnya, dalam kurun waktu 2-3 tahun ini, Indonesia akan membangkitkan seluruh industri bangsa.

Pasalnya, tegas Prabowo, Indonesia benar-benar ingin menjadi negara maju.

"Kita sungguh-sungguh ingin menjadi negara maju di mana seluruh rakyat Indonesia menikmati kemajuan dan kehidupan yang layak," jelasnya.

Pada kesempatan itu, Presiden juga menyebutkan pencapaian strategis di sektor pangan nasional. Salah satunya pencapaian cadangan beras Indonesia per 31 Desember 2025 tercatat sebagai yang tertinggi sepanjang sejarah Republik Indonesia.

“Indonesia sekarang sudah swasembada beras, dan dalam waktu dekat akan menyusul swasembada jagung. Dalam tiga tahun ke depan, pemerintah menargetkan swasembada seluruh komoditas pangan,” kata Prabowo.

Baca juga: Tekad Prabowo: Biaya Haji Turun, tapi Pelayanannya Tetap Baik

Selain menjaga ketahanan pangan, pemerintah juga bertekad menurunkan harga pangan agar lebih terjangkau bagi seluruh lapisan masyarakat.

Prabowo menilai stabilitas harga pangan menjadi kunci utama dalam menjaga kesejahteraan rakyat, khususnya kelompok berpenghasilan rendah.

Di bidang perlindungan sosial, Prabowo mengungkapkan program pemberian makanan telah menjangkau lebih dari 60 juta penerima manfaat di seluruh Indonesia dalam waktu kurang dari 1,5 tahun.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Program tersebut menyasar anak-anak, ibu-ibu, dan kelompok lanjut usia. Ia menargetkan jumlah penerima manfaat akan meningkat menjadi 82,3 juta orang sebelum akhir 2026, seiring dengan perluasan dan penguatan program sosial pemerintah.

Ia menegaskan bahwa seluruh agenda tersebut dijalankan dengan tujuan akhir mewujudkan Indonesia yang adil, makmur, dan berdaulat secara ekonomi, di mana hasil pembangunan dapat dirasakan secara merata oleh seluruh rakyat.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Palestina Tegaskan Kurikulum Sekolah Tidak Diubah Israel
• 46 menit lalusuarasurabaya.net
thumb
Prabowo dorong industrialisasi untuk buka lapangan kerja
• 9 jam laluantaranews.com
thumb
KSAD dukung ketahanan pangan RI lewat pengembangan agroforestri
• 13 jam laluantaranews.com
thumb
Literasi Keuangan Rendah di Tengah Akses Kredit yang Kian Mudah
• 6 jam lalukumparan.com
thumb
Prakiraan Cuaca BMKG Hari Ini Minggu 8 Februari 2026: Jawa dan NTT Waspada Hujan Lebat
• 14 jam lalukompas.tv
Berhasil disimpan.