Michael Carrick Lebih Siap dari Ruben Amorim? Begini Cara Carrick Mengakhiri Kutukan Tottenham dan Menghidupkan Mentalitas Setan Merah

tvonenews.com
2 jam lalu
Cover Berita

tvOnenews.com - Michael Carrick terlihat seperti sosok yang sudah lama menunggu momen ini. Dalam waktu singkat, ia menunjukkan sesuatu yang gagal diwujudkan Ruben Amorim selama masa jabatannya di Manchester United: kesiapan. 

Bukan hanya soal hasil, tetapi tentang detail, ketenangan, dan pemahaman menyeluruh terhadap tuntutan klub sebesar MU. 

Empat kemenangan beruntun sejak ia mengambil alih kursi pelatih menjadi bukti bahwa Carrick datang dengan rencana, bukan sekadar transisi darurat.

Perbedaan paling mencolok antara Carrick dan Amorim terletak pada bagaimana mereka memanfaatkan waktu. Carrick menggunakan jeda latihan dengan maksimal, terlibat langsung di Carrington, dan membangun struktur yang sesuai dengan karakter pemain. 

Amorim, sebaliknya, kerap terlihat terjebak jadwal padat kompetisi Eropa tanpa pernah benar-benar membentuk identitas tim yang konsisten. 

Kemenangan 2-0 atas Tottenham Hotspur di Old Trafford menjadi simbol nyata dari perbedaan pendekatan tersebut.

Mengakhiri Kutukan Tottenham dan Menghidupkan Mentalitas Lama

Melansir dari Manchester Eveving News, skuad Setan Merah akhirnya menutup rangkaian delapan laga tanpa kemenangan melawan Tottenham.

Michael Carrick, Pelatih Manchester United
Sumber :
  • instagram manutd

Ungkapan legendaris Sir Alex Ferguson, “Lads, it’s Tottenham”, yang belakangan terdengar ironis, kembali menemukan relevansinya, bukan karena nostalgia, tetapi karena MU kini tampil dengan keyakinan.

Ironisnya, titik terendah hubungan MU dengan Spurs justru terjadi di bawah Amorim, saat kalah menyakitkan di final Liga Europa di Bilbao. United tampil tanpa arah, sementara Tottenham menang dalam laga yang jauh dari kata mengesankan. 

Namun kekalahan itu, dalam banyak hal, justru menjadi fondasi kebangkitan Carrick. Tanpa beban Eropa, ia memanfaatkan waktu latihan lebih baik daripada Amorim dan mulai memperbaiki detail demi detail permainan.

Pertandingan melawan Spurs kali ini memang berubah drastis setelah Cristian Romero diganjar kartu merah akibat pelanggaran keras terhadap Casemiro. 

Namun cara MU merespons situasi tersebut menunjukkan kedewasaan taktik. Kekhawatiran bermain melawan blok rendah sirna berkat skema bola mati yang matang.

Detail Latihan, Bola Mati, dan Peran Staf Pelatih

Salah satu perbedaan paling jelas era Carrick adalah dampak latihan di lapangan. Carrick bekerja erat dengan stafnya, termasuk Steve Holland, sementara Jonny Evans diberi tanggung jawab khusus menangani bola mati. Hasilnya terlihat nyata.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Eks Dubes Inggris untuk AS Diselidiki terkait Epstein, Rumahnya Digeledah
• 23 jam laludetik.com
thumb
Sempat Kabur saat OTT, Bos PT Bluray Akhirnya Menyerah dan Langsung Ditahan KPK
• 18 jam lalurctiplus.com
thumb
Jelang Arsenal vs Sunderland, Mikel Arteta Ungkap Kondisi Pemain
• 23 jam lalumediaindonesia.com
thumb
Prediksi Skor Semen Padang vs Persita: Head to Head, Susunan Pemain
• 7 jam lalubisnis.com
thumb
Ketua Komisi XI DPR Tegaskan Fungsi Anggaran sebagai Instrumen Kesejahteraan dalam Penataran Keparlemenan
• 6 jam lalupantau.com
Berhasil disimpan.