Pantau - Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) menjajaki penguatan kemitraan strategis dengan University of Oxford dalam bidang pendidikan tinggi, riset, dan layanan kesehatan.
Pertemuan penjajakan kerja sama digelar di Jakarta pada Jumat, 6 Februari 2026, antara Menteri Kemdiktisaintek Brian Yuliarto dengan delegasi Oxford yang dipimpin Heidi Johansen-Berg.
Brian Yuliarto menyatakan bahwa kolaborasi global merupakan kunci penguatan ekosistem pendidikan tinggi nasional serta pengembangan teknologi kesehatan berbasis riset.
Salah satu fokus kerja sama adalah penguatan layanan kesehatan nasional berbasis pendidikan tinggi, termasuk pengembangan riset dan inovasi medis.
Pemerintah Indonesia telah merencanakan pembangunan 10 fakultas kedokteran terintegrasi di berbagai pulau, yang dilengkapi dengan rumah sakit pendidikan berkelas dunia, sesuai arahan Presiden.
Program ini bertujuan memperluas akses kesehatan, meningkatkan kualitas SDM medis nasional, dan mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap pengobatan luar negeri.
Delegasi Oxford menyambut positif inisiatif ini dan memandang Indonesia memiliki visi besar dalam reformasi pendidikan tinggi dan sistem kesehatan nasional.
Oxford menyatakan dukungan melalui kerja sama riset, pengembangan teknologi kesehatan, penguatan jejaring peneliti internasional, dan pengembangan talenta global.
Potensi kolaborasi mencakup pemanfaatan data kesehatan, teknologi digital, kecerdasan artifisial untuk kesehatan, riset vaksin, diagnostik penyakit, serta penanggulangan penyakit menular seperti tuberkulosis.
Pertemuan ini juga dihadiri tujuh Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum (PTNBH): Institut Teknologi Bandung, Institut Teknologi Sepuluh Nopember, Universitas Airlangga, Universitas Indonesia, Universitas Gadjah Mada, Universitas Padjadjaran, dan Institut Pertanian Bogor.
Kerja sama yang dijajaki meliputi pengembangan kurikulum, riset bersama, pertukaran akademisi, inovasi teknologi, serta penguatan kapasitas institusi pendidikan tinggi.
Sebagai tindak lanjut, kedua pihak sepakat membentuk kelompok kerja bersama untuk memetakan prioritas kolaborasi, merancang program pertukaran, skema riset, dan pelatihan berbasis fellowship.
Inisiatif ini diharapkan menjadi fondasi kemitraan jangka panjang Indonesia–Oxford dalam mendukung transformasi pendidikan tinggi dan riset kesehatan nasional.




