BANDAR LAMPUNG, KOMPAS – Seorang laki-laki ditemukan tewas dengan kondisi kepala terbungkus plastik dan terlilit lakban di sebuah pondok penginapan atau indekos di Kota Bandar Lampung, Lampung, Sabtu (7/2/2026) sore. Polisi masih menunggu hasil otopsi untuk mengetahui penyebab pasti kematian korban.
Agustiyono (40), salah satu saksi mata, menuturkan, penemuan itu bermula dari kecurigaan pemilik penginapan karena korban tidak kunjung keluar dari kamar yang disewanya. Padahal, laki-laki tersebut seharusnya sudah keluar dari penginapan pada Jumat (6/2) siang.
Pada Sabtu sekitar pukul 15.00 WIB, Agustiyono bersama penghuni indekos dan warga sekitar pun berinisiatif mendobrak kamar korban. Saat pintu kamar berhasil dibuka, korban ditemukan sudah tidak bernyawa dengan posisi terbaring di atas kasur.
Korban ditemukan dengan mengenakan kaos hitam dan celana pendek biru. “Kepala korban dibungkus plastik putih dan dilakban,” ungkap Agustiyono saat ditemui di sekitar lokasi kejadian, Minggu (8/2).
Sehari-hari, Agustiyono bekerja di dekat pondok penginapan yang juga indekos tersebut. Dia membuka usaha bengkel sepeda motor di seberang lokasi kejadian.
Menurut Agustiyono, kondisi kasur dan selimut tempat korban ditemukan meninggal terlihat berantakan. Namun, barang-barang milik korban, seperti tas dan sepatu, tergeletak rapi di dalam kamar.
Saat itu, warga tidak berani mendekati jasad korban dan langsung melapor ke polisi. Penemuan mayat itu pun sontak menggegerkan warga di sekitar indekos di Kelurahan Labuhan Ratu, Kecamatan Labuhan Ratu, Bandar Lampung.
Anas (23), salah satu penghuni indekos yang juga saksi mata, mengaku sempat diminta pemilik indekos untuk melihat kondisi kamar korban dari ventilasi udara. Saat melongok ke dalam kamar korban, kondisi kamar itu gelap gulita.
Selain itu, aroma tidak sedap menyeruak dari dalam kamar yang disewa korban. Lelaki penghuni kamar tersebut juga tidak memberikan respons saat warga mengedor pintu kamarnya.
Anas mengungkapkan, berdasarkan cerita penghuni indekos, korban pertama kali datang menyewa kamar pada Kamis (5/2). Saat itu, laki-laki tersebut mengaku baru saja menjadi korban pencopetan.
Pria itu mengaku hanya memiliki uang Rp 200.000 untuk menyewa kamar indekos tersebut. Korban pun seharusnya sudah keluar dari penginapan pada Jumat.
Saat Kompas mendatangi lokasi kejadian, Minggu (8/2/2026) siang, garis polisi masih terpasang di kamar nomor 1 yang disewa korban. Kondisi penginapan yang berada di pinggir Jalan Untung Suropati, Bandar Lampung, itu tampak lengang. Hanya terlihat 1-2 orang penghuni indekos lain di sana.
Pada Sabtu sore, personel Polsek Kedaton bersama penyidik Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Kota Bandar Lampung telah datang ke lokasi kejadian untuk mengevakuasi jasad korban. Polisi juga telah melakukan melakukan olah tempat kejadian perkara dan penyelidikan. Adapun jasad korban sudah dievakuasi ke rumah sakit.
Kepala Satreskrim Polresta Bandar Lampung Komisaris Gigih Andri Putranto mengatakan, polisi masih mendalami kasus penemuan mayat pria tersebut. Dari hasil keterangan saksi dan pemeriksaan kamera pengawas di sekitar lokasi, korban telihat datang sendirian untuk menyewa kamar kost tersebut sejak Kamis.
Menurut Gigih, penyidik juga masih menunggu hasil otopsi dari tim forensik untuk memastikan penyebab kematian korban. Hingga saat ini, polisi belum dapat menyimpulkan apakah ada tindak pidana dalam penemuan mayat laki-laki tersebut.
Dari hasil penyelidikan sementara, tidak ditemukan luka akibat senjata tajam. Namun, polisi menemukan adanya bekas luka lebam pada bagian wajah korban. Namun, polisi masih menyelidiki lebih lanjut bekas luka tersebut. “Tim masih melakukan penyelidikan lebih lanjut. Dugaan awal masih kami dalami,” ujarnya.
Kepala korban dibungkus plastik putih dan dilakban
Penyidik juga telah memeriksa barang-barang milik korban. Dari hasil pemeriksaan di lokasi kejadian, tas korban dalam kondisi tertutup serta tidak ditemukan adanya barang-barang yang hilang.
Dari hasil pemeriksaan, identitas korban diketahui bernama Hindradjaja (62), warga Kecamatan Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang, Banten. Saat ini, polisi juga sedang menunggu kedatangan keluarga korban ke Lampung.
Penemuan mayat laki-laki di Bandar Lampung ini mirip dengan penemuan jasad diplomat Kementerian Luar Negeri bernama Arya Daru Pangayunan (39).
Arya ditemukan tewas di kamar indekosnya di Gondia International Guest House di Kelurahan Gondangdia, Kecamatan Menteng, Jakarta Pusat, pada 8 Juli 2025. Arya ditemukan tewas dengan kondisi kepala terlilit lakban.
Arya adalah seorang diplomat yang terakhir menempati posisi di Direktorat Pelindungan Warga Negara Indonesia (WNI) Kemenlu. Dari serangkaian penyelidikan, polisi menyimpulkan, tidak ada keterlibatan pihak lain dalam kasus kematian diplomat muda itu.


