FAJAR, SURABAYA — Di tengah krisis lini depan, Persebaya Surabaya justru menemukan jawaban dari bangku cadangan. Dialah Alfan Suaib.
Masuk sebagai supersub dalam kemenangan 3-1 atas Bali United di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Sabtu (7/2), pemain muda itu tak butuh banyak sentuhan untuk membuat perbedaan. Satu peluang. Satu gol. Efektif.
Namun ini bukan sekadar soal statistik.
Ini tentang pola.
Dan pola itu bernama Bernardo Tavares.
Sentuhan Tavares: Bukan Kebetulan
Saat masih menukangi PSM Makassar, Tavares dikenal berani memberi panggung kepada pemain muda. Salah satu yang paling menonjol adalah Victor Dethan.
Dethan yang awalnya sekadar pelapis, perlahan tumbuh jadi opsi penting di lini serang PSM. Kepercayaan yang konsisten membuatnya berkembang — bukan hanya secara teknis, tetapi juga mental.
Kini pola serupa terlihat di Persebaya.
Alfan Suaib mungkin belum setenar nama-nama senior, tapi Tavares tahu kapan momentum itu datang.
Masuk menggantikan Malik Risaldi, Alfan tampil tanpa beban. Dalam 43 menit, ia hanya mencatatkan satu tembakan — dan itu berbuah gol. Expected Goals 0,37 dikonversi sempurna dengan akurasi 100 persen.
Efisien. Tenang. Klinis.
Persis seperti bagaimana Tavares membentuk Dethan dulu: tak perlu banyak gaya, yang penting tepat sasaran.
Gol yang Mengubah Ritme
Gol Alfan di menit ke-68 lahir dari transisi cepat — ciri khas tim asuhan Tavares.
Berawal dari umpan jauh Ernando Ari, Rivera membawa bola dan mengirimkan umpan silang matang. Alfan berdiri bebas, satu sentuhan terukur, bola masuk.
Skor berubah 0-2.
Bali United yang sebelumnya menekan justru kehilangan momentum. Persebaya makin percaya diri, hingga akhirnya Risto Mitrevski menutup laga menjadi 0-3 sebelum tuan rumah mencetak gol hiburan di menit akhir.
Bukan hanya mencetak gol, Alfan juga mencatat:
1 umpan kunci
Akurasi umpan 75 persen
2 kali dilanggar
Angka kecil, dampak besar.
Kenapa Alfan Bisa Bersinar?
Ada tiga faktor utama:
- Sistem yang Melindungi Pemain Muda
Tavares tak pernah melempar pemain muda ke situasi tanpa struktur. Mereka masuk dalam sistem yang sudah jelas: blok pertahanan rapi, transisi cepat, dan peran spesifik.
Alfan tak diminta jadi penyelamat. Ia hanya diminta menjalankan fungsi.
- Momentum yang Tepat
Persebaya sedang krisis penyerang. Di situ ruang terbuka. Ketika kesempatan datang, Alfan siap.
Sama seperti Dethan dulu — muncul saat tim butuh energi baru.
- Kepercayaan Publik dan Pelatih
Tavares selalu vokal soal kerja keras dan disiplin. Pemain muda yang patuh taktik biasanya mendapat tempat.
Dan Alfan menjawabnya dengan gol.
Lebih dari Sekadar Supersub
Kemenangan ini menjaga Persebaya di peringkat kelima dengan 35 poin. Tapi cerita besarnya bukan hanya klasemen.
Ini soal kedalaman skuad.
Ini soal keberanian memberi ruang bagi regenerasi.
Jika konsisten diberi menit bermain, Alfan Suaib berpotensi menapaki jalur yang sama seperti Victor Dethan: dari pemain rotasi menjadi bagian penting proyek jangka panjang.
Bernardo Tavares sudah membuktikan di Makassar bahwa ia mampu memoles talenta muda.
Kini, di Surabaya, efek yang sama mulai terasa.
Dan kalau polanya berlanjut, Alfan bukan sekadar cerita satu malam di Gianyar.
Ia bisa jadi bab baru dalam proyek jangka panjang Green Force.




