Pantau - TNI menggelar pelayanan kesehatan keliling di sejumlah wilayah terdampak banjir di Sumatera Utara sebagai upaya mencegah penyebaran penyakit pascabencana.
Kegiatan ini disampaikan oleh Tim Media Presiden dalam keterangan resminya di Jakarta pada Sabtu, 7 Februari 2026.
Melalui dokter dan tenaga kesehatan (nakes) TNI, pelayanan dilakukan dari rumah ke rumah dengan memberikan pengobatan gratis kepada warga yang terdampak banjir.
Salah satu lokasi yang menjadi sasaran pelayanan kesehatan tersebut adalah Kelurahan Lopian, Kecamatan Badiri, Kabupaten Tapanuli Tengah.
Pada Jumat, 6 Februari 2026, tim dokter dan nakes TNI memberikan pengobatan kepada seorang anak balita yang mengalami demam dan batuk pilek di wilayah tersebut.
Pemeriksaan Langsung hingga Konsultasi di Tenda PengungsianSelain di Kelurahan Lopian, pelayanan juga dilakukan di Desa Bonan Lumban, Kelurahan Pasar Baru, Kecamatan Tukka, Kabupaten Tapanuli Tengah.
Di desa tersebut, nakes TNI melakukan pengecekan tekanan darah langsung ke rumah warga.
Di tenda pengungsian Kelurahan Lopian, tim dokter dan nakes juga memberikan konsultasi kesehatan serta membagikan obat-obatan kepada warga yang mengalami gangguan kesehatan.
Pelayanan kesehatan gratis dari TNI turut menjangkau warga di beberapa tenda pengungsian lainnya, seperti di Desa Hutanabolon Simp. Sipange, Kecamatan Tukka, serta Desa Aek Ngadol dan Desa Batu Hula di Kecamatan Batang Toru, Kabupaten Tapanuli Selatan.
Pemerintah Tegaskan Komitmen Pemulihan MenyeluruhPresiden Prabowo Subianto menegaskan komitmen pemerintah dalam upaya pemulihan secara menyeluruh pascabencana.
Pemulihan tersebut tidak hanya berfokus pada pembangunan infrastruktur, tetapi juga pada pemenuhan layanan kesehatan bagi masyarakat terdampak.
Pemerintah memastikan adanya sinergi antara TNI, pemerintah daerah, dan tenaga kesehatan dalam pelaksanaan layanan ini.
Langkah ini diambil agar proses rehabilitasi dan pemulihan kehidupan masyarakat di wilayah terdampak bencana dapat berlangsung secara cepat, aman, dan berkelanjutan.




