Jakarta, tvOnenews.com - Sebuah video viral di media sosial, memperlihatkan aksi tiga orang pelajar yang berboncengan menggunakan sepeda motor, diduga menyiram air keras ke pelajar lain di Jalan Cempaka Raya, Cempaka Putih Barat, Jakarta Pusat, Jumat (6/2/2026).
Peristiwa ini diunggah dalam akun media sosial Instagram @baehaqi, dengan keterangan “izin melaporkan kasus dugaan penyiraman air keras antar pelajar”.
Terlihat dalam video yang diunggah, terduga pelaku menggunakan seragam koko dan topi, berboncengan dengan sepeda motor matic berwarna putih.
Kemudian saat melintas, terduga pelaku berpapasan dengan tiga korban yang melintas dari arah berlawanan, dalam kondisi berboncengan menggunakan sepeda motor.
Tak lama setelahnya, terduga pelaku langsung memepet korban ke arah berlawanan dan menyiram air keras ke arah wajah korban.
Setelahnya koban langsung menutup wajahnya menggunakan tangan. Sementara itu, pelaku melarikan diri. Terlihat air keras tersebut tampak diletakkan di dalam sebuah botol.
Menanggapi peristiwa ini, Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Pusat, AKBP Roby Heri Saputra mengatakan, orang tua korban telah membuat laporan ke pihak kepolisian atas insiden penyiraman air keras.
“Mengenai perkara tersebut, betul sudah ada dari orang tua korban yang datang ke Polsek Cempaka Putih, yang kemudian diarahkan ke Polres Jakarta Pusat, karena ini perkara yang melibatkan kemungkinan dari pelaku maupun korban adalah anak-anak di bawah umur, sehingga diterima oleh Polres Jakpus yang ada satuan perlindungan perempuan dan anak,” kata Roby, kepada wartawan, Minggu (8/2/2026).
Lebih lanjut, Roby menerangkan, saat ini pihak kepolisian tengah melakukan serangkaian penyelidikan dan memburu terduga pelaku.
“Kami sudah menangani, kemudian melakukan penyelidikan termasuk menganalisa video yang ada di medsos, dan juga kami juga sudah mengetahui baik itu identitas dari, tapi ini kemungkinan ya, dari pelaku baik itu kendaraannya atau pelakunya sendiri,” terang Roby.
“Karena baru satu orang yang melaporkan jadi penghubung kami baru satu. Kemudian nanti akan kami tanyakan lagi untuk mencari petunjuk lebih dalam baik kondisi korban dan keberadaan pelaku,” lanjutnya.



