Grid.ID - Kasus Jeffrey Epstein kembali menyita perhatian dunia setelah Departemen Kehakiman Amerika Serikat (DOJ) merilis lebih dari tiga juta dokumen investigasi pada akhir Januari 2026. Publik pun penasaran dengan bagaimana kronologi skandal Jeffrey Epstein dari awal hingga dirilisnya dokumen.
Rilis besar ini membuka kembali luka lama terkait kejahatan perdagangan seks yang melibatkan pemodal dan pengusaha kontroversial tersebut. Dokumen yang dikenal sebagai Epstein Files memuat laporan polisi, email, catatan perjalanan, hingga rekaman komunikasi korban.
Meski Epstein telah meninggal dunia pada 2019, kasus ini terus berkembang seiring tuntutan transparansi dan keadilan bagi para korban. Berikut rangkaian lengkap kronologi skandal Jeffrey Epstein dari awal hingga rilis dokumen terbesar pada 2026, sebagaimana kami himpun dari Tribunnnews.com dan Kompas.id, Minggu (8/2/2026).
Awal Kasus (1990–2002)
Dalam rentang 1990 hingga awal 2000-an, Jeffrey Epstein menjalani kehidupan sosial yang sangat tertutup namun intens di Palm Beach, Florida. Kesaksian Juan Alessi, asisten rumah tangga Epstein selama lebih dari satu dekade, mengungkap pola mencurigakan berupa lalu lintas perempuan muda dan tamu elite dunia di kediaman mewah tersebut.
Praktik “terapi pijat” yang menyimpang disebut telah berlangsung bertahun-tahun sebelum aparat penegak hukum turun tangan. Fase ini menjadi fondasi awal kronologi skandal Jeffrey Epstein yang kelak terkuak ke publik.
Perekrutan Korban dan Lingkaran Elite (2000–2004)
Tahun 2000 menjadi titik krusial ketika Ghislaine Maxwell merekrut Virginia Giuffre yang saat itu berusia 16 tahun untuk bekerja sebagai terapis pijat Epstein. Menurut Giuffre, perekrutan ini berujung pada eksploitasi seksual sistematis dan perdagangan ke lingkaran pergaulan Epstein.
Pada 2002, Donald Trump dalam sebuah wawancara menyebut Epstein sebagai teman lama. Namun hubungan sosial Epstein dengan Trump dilaporkan berakhir pada 2004, bersamaan dengan munculnya laporan awal ke kepolisian Palm Beach.
Penyelidikan Awal Florida (2005–2006)
Penyelidikan resmi dimulai pada 2005 setelah seorang perempuan melaporkan bahwa anak tirinya yang berusia 14 tahun dibayar Epstein untuk pijat telanjang. Laporan ini memicu pengakuan dari sejumlah siswi sekolah menengah lainnya.
Pada 2006, polisi Palm Beach merekomendasikan dakwaan berat, namun Epstein hanya didakwa meminta jasa prostitusi—tuduhan yang dinilai terlalu ringan. Tahap ini sering disebut sebagai salah satu kegagalan awal sistem hukum dalam skandal Jeffrey Epstein.
Kesepakatan Rahasia dan Kontroversi (2007–2008)
Jaksa federal sempat menyiapkan dakwaan perdagangan seks anak, tetapi tim pengacara Epstein berhasil menegosiasikan kesepakatan non-penuntutan federal. Pada Juni 2008, Epstein mengaku bersalah atas dua dakwaan negara bagian dan dijatuhi hukuman 18 bulan penjara dengan skema work release. Kesepakatan rahasia ini memungkinkan Epstein menghindari dakwaan federal.
Gugatan Korban dan Sorotan Media (2009–2018)
Setelah dibebaskan pada 2009, Epstein menghadapi berbagai gugatan perdata dari para korban, termasuk Virginia Giuffre. Tahun 2011, Giuffre mengungkap identitasnya ke publik dan menuduh Pangeran Andrew melakukan pelecehan seksual, tuduhan yang dibantah dan diselesaikan di luar pengadilan pada 2022. Liputan investigatif besar oleh The Miami Herald pada 2018 kembali mengangkat kegagalan aparat hukum dan menghidupkan perhatian global terhadap skandal Jeffrey Epstein.
Penangkapan dan Kematian Epstein (2019)
Pada 6 Juli 2019, Epstein ditangkap di New York atas dakwaan perdagangan seks anak dan konspirasi. Namun, pada 10 Agustus 2019, ia ditemukan meninggal di sel tahanan Manhattan. Otoritas menyatakan kematiannya sebagai bunuh diri, tetapi peristiwa ini memicu spekulasi luas dan teori konspirasi.
Maxwell Diadili dan Dokumen Dibuka (2020–2024)
Ghislaine Maxwell ditangkap pada 2020, dinyatakan bersalah pada 2021, dan dijatuhi hukuman 20 tahun penjara pada 2022. Pada Januari 2024, pengadilan New York mulai membuka ratusan halaman dokumen dari gugatan Giuffre-Maxwell, menyebut sekitar 150 nama tokoh publik. Pembukaan arsip ini menandai babak baru dalam kronologi skandal Jeffrey Epstein.
Tekanan Politik dan Transparansi (2025)
Sepanjang 2025, tekanan politik meningkat agar pemerintah membuka seluruh arsip Epstein. Kongres AS akhirnya meloloskan Epstein Files Transparency Act pada November 2025. Meski DOJ sempat menyatakan tidak menemukan “daftar klien” resmi Epstein, kritik publik terus bergulir.
Rilis Dokumen Terbesar DOJ (2026)
Pada 30 Januari 2026, DOJ merilis sekitar tiga juta halaman dokumen tambahan, termasuk ribuan video dan ratusan ribu gambar. Dokumen ini mencakup laporan polisi awal, rekaman komunikasi korban, serta korespondensi Epstein dengan tokoh publik seperti Bill Gates, Donald Trump, dan Pangeran Andrew.
Banyak nama membantah keterlibatan ilegal, dan tidak semua menghadapi dakwaan pidana. Meski disebut sebagai rilis besar terakhir, Kongres masih menuntut akses penuh tanpa sensor, menutup sementara kronologi skandal Jeffrey Epstein dengan tanda tanya besar tentang keadilan dan transparansi. (*)
Artikel Asli




