Menlu Iran Tegaskan Program Rudal Tidak Bisa Dinegosiasikan di Tengah Perundingan dengan Amerika Serikat

pantau.com
3 jam lalu
Cover Berita

Pantau - Menteri Luar Negeri Iran Seyed Abbas Araghchi menegaskan bahwa program rudal negaranya “tidak pernah bisa dinegosiasikan” dalam perundingan dengan Amerika Serikat, meskipun dialog tidak langsung kedua negara kembali dibuka di tengah ketegangan kawasan.

Pernyataan tersebut disampaikan Araghchi dalam wawancara dengan Al Jazeera Qatar yang cuplikannya dibagikan melalui saluran Telegram pribadinya pada Sabtu, 7 Februari 2026.

Ia menanggapi perundingan tidak langsung antara Iran dan Amerika Serikat yang berlangsung pada Jumat, 6 Februari 2026, yang berfokus secara terbatas pada isu nuklir Iran.

Araghchi menyebut pertemuan itu sebagai “awal” yang baik, tetapi mengakui masih ada “jalan panjang untuk membangun kepercayaan”.

Menjawab desakan Washington agar Teheran membatasi program rudalnya, Araghchi menegaskan sikap penolakan Iran.

“Rudal tidak pernah bisa dinegosiasikan karena masalah itu merupakan isu pertahanan,” ungkapnya.

“Kami berharap pendekatan ini dapat diterapkan dalam kebijakan AS,” tambahnya.

Ketegangan Nuklir dan Tuduhan Serangan Fasilitas Atom

Araghchi menyatakan Amerika Serikat dan Israel telah gagal menghancurkan kemampuan nuklir Iran, meskipun keduanya disebut telah mengebom fasilitas atom Iran pada Juni tahun sebelumnya.

Ia menegaskan bahwa hak Iran untuk melanjutkan pengayaan uranium di wilayahnya sendiri “tidak dapat dicabut”.

Terkait potensi eskalasi militer, Araghchi menegaskan Iran tidak berniat menyerang wilayah daratan Amerika Serikat.

Namun, ia menegaskan Iran memiliki kemampuan untuk menargetkan pangkalan-pangkalan militer AS di kawasan Asia Barat jika terjadi konfrontasi.

Diplomasi Kembali Dibuka di Tengah Eskalasi Regional

Perundingan pada Jumat tersebut dipimpin oleh Utusan Khusus AS untuk Timur Tengah Steve Witkoff dan Araghchi dari pihak Iran.

Pertemuan itu menandai dimulainya kembali upaya diplomasi di tengah meningkatnya ketegangan antara Teheran dan Washington.

Ketegangan tersebut terutama dipicu oleh peningkatan kehadiran militer Amerika Serikat di kawasan Asia Barat dalam beberapa bulan terakhir.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Layanan SIM Keliling di Jakarta Hari Minggu Hanya Dibuka di Dua Lokasi
• 13 jam lalupantau.com
thumb
SBY Optimis Indonesia Jadi Negara Lebih Kuat di Abad 21
• 14 jam laluokezone.com
thumb
4 Tuntutan Israel Atas Iran ke Trump dan 3 Hal yang Bikin Negara Zionis Itu Ketar-ketir
• 1 jam lalurepublika.co.id
thumb
Ironis, Tiga Korban Perdagangan Anak ke Sumatera Belum Dicari Keluarga, Polisi Mencium Keanehan
• 2 jam lalutvonenews.com
thumb
Momen Seskab Teddy Tegang hingga Lompat-lompat Saat Nobar Final AFC Futsal Bareng Warga
• 5 jam lalukompas.com
Berhasil disimpan.