JAKARTA - Ketua Dewan Pers Komaruddin Hidayat mengungkapkan, pada era disrupsi media dewasa ini menjadi tantangan untuk manusia bergerak kreatif dan inovatif.
1. Disrupsi Media
Hal itu disampaikan Komaruddin di acara Konvensi Nasional Media Massa Hari Pers Nasional 2026 yang diselenggarakan di Aston Serang Hotel, Banten, Minggu (8/2/2026).
"Istilah populer istilah pers kita hadapi disrupsi digital. Sejarah berkembang memang selalu dinamika antara tesa, antitesa dan sintesa. Disrupsi selalu muncul dalam panggung sejarah. Justru karena ada disrupsi peradaban jadi maju manusia ditantang kreatif dan inovatif," kata Komaruddin.
Ia mengaku, banyak pihak yang merasa kebingungan di era disrupsi seperti dewasa ini. Namun, katanya, hal itu merupakan mata rantai dari bagian perjalanan sejarah.
Menurut Komaruddin, terdapat tiga kelompok di tengah era disrupsi media. Pertama, kelompok masyarakat yang selalu merasa kalah dan mereka selalu mengeluh. Kemudian, ada kelompok yang wait and see sembari survive.
"Ada kelompok kreatif, pionir yang dia mengatasi, bagaimana menghadapi, membuka dunia baru di balik disrupsi itu," tuturnya.
(Erha Aprili Ramadhoni)


