JAKARTA, KOMPAS.com – Warga RW 11, Menteng Dalam, Jakarta Selatan, menyampaikan keluhan soal minimnya alat kesehatan (alkes) Posyandu, kurangnya dana operasional kader PKK, dan persoalan banjir yang kerap melanda lingkungan mereka.
Aspirasi ini disampaikan saat reses anggota DPRD DKI Jakarta dari Fraksi Demokrat, Lazarus Simon Ishak di lokasi pada Sabtu (7/2/2026).
"Persoalan banjir khususnya di RW 10 dan 11, tergolong sangat mengkhawatirkan," ujar Lazarus dalam keterangan tertulis kepada Kompas.com.
Baca juga: Cemasnya Pramono Saat Jakarta Hujan, Tak Tidur sebab Khawatir Banjir
Lazarus menyebut saluran air yang sering mampet dan kondisi kali yang dipenuhi lumpur menyebabkan genangan cepat terjadi saat hujan.
"Saat reses beberapa hari lalu, hujan turun 10 menit saja, air sudah naik 10 sampai 15 sentimeter," kata Lazarus.
Selain persoalan banjir, warga juga mengeluhkan minimnya alat kesehatan di Posyandu dan ketiadaan dana operasional bagi kader PKK di tingkat RW.
Menurut Lazarus, hal ini membuat para kader kesulitan menjalankan berbagai kegiatan sosial dan kesehatan masyarakat.
"Mereka mengeluhkan karena selama ini uang operasional tidak pernah ada. PKK itu operasionalnya hanya ada di tingkat kelurahan, tapi di RW enggak ada. Padahal kader di RW punya banyak kegiatan, ada empat Pokja, sementara selama ini mereka tidak mendapat dukungan," ujar Lazarus.
Baca juga: Dikritik Gunakan Cara Lama Tangani Banjir Jakarta, Pramono Buka Suara
Selain itu, warga juga meminta pemerintah menyediakan sarana pendukung di Posyandu, seperti alat cek gula darah, timbangan, tensi darah, serta meja dan lemari untuk menyimpan data warga.
Lazarus memastikan semua aspirasi warga akan disampaikan ke dinas terkait agar segera direalisasikan.
Ia juga meminta Suku Dinas Sumber Daya Air (SDA) Jakarta Selatan rutin melakukan pengerukan saluran dan kali untuk mencegah banjir.
"Sudin SDA Jaksel perlu turun rutin agar masyarakat tidak mengalami banjir saat hujan," katanya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang