JAKARTA, KOMPAS.com - Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto mengatakan, polisi masih mendalami motif seorang ibu di Jakarta Barat bernama IJ, yang menjual anak kandungnya, balita berinisial RZA.
"Ya, masih kita dalami. Karena memang ini bergulir terus. Kami berharap tidak ada lagi anak-anak yang menjadi korban dalam perdagangan orang ini. Masa depan anak ini sangat penting," ujar Budi di Danau Sunter Papanggo, Jakarta Utara, Minggu (8/2/2026).
Baca juga: Jual Anak Kandung Rp 17,5 Juta, Ibu Kirim Balita hingga Pedalaman Sumatera
Polisi juga mendalami apakah ada keterkaitan antara ibu yang menjual anaknya itu dengan sindikat perdagangan anak.
Sebab, saat ini marak kejadian anak-anak yang dijual.
"Apakah ini menjadi suatu permainan? Anak-anak ini dijual, ditempatkan di suatu wilayah pedalaman untuk diberdayakan sebagai apa? Ini masih didalami," jelas Budi.
Ia pun mengimbau warga melapor jika ada informasi tambahan yang diketahui.
Laporan bisa disampaikan melalui nomor call center 110 dan beberapa posko yang sudah disiapkan oleh Polres Metro Jakarta Barat maupun Polda Metro Jaya.
Diberitakan sebelumnya, seorang perempuan asal Jakarta Barat berinisial IJ (26) tega menjual anak kandungnya yang masih balita, RZA, seharga Rp17,5 juta.
Baca juga: Kasus Ibu Jual Anak Terkuak, Tiga Balita Tanpa Identitas Ditemukan di Pedalaman Sumatera
Dalam aksinya, IJ dibantu oleh rekannya berinisial AH. Keduanya menjual RZA kepada pihak kedua.
“Tersangka IJ bersama tersangka AH menjual anak korban RZA kepada tersangka WN dengan harga sekitar Rp 17.500.000,” ujar Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Barat AKBP Arfan Zulkan Sipayung dalam konferensi pers, Jumat (6/2/2026).
Setelah transaksi pertama, RZA berpindah tangan hingga tiga kali.
Harga jual terakhir mencapai Rp 85 juta sebelum korban dibawa ke pedalaman Sumatera untuk didistribusikan.
Di lokasi tersebut, RZA ditemukan bersama tiga anak lain yang diduga juga menjadi korban perdagangan anak. Hingga kini, motif IJ menjual anak kandungnya masih didalami penyidik.
Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto mengatakan, kepolisian saat ini memprioritaskan keselamatan serta pemulihan kondisi fisik dan psikologis para korban.
“Belum diketahui motifnya. Proses pendalaman masih berjalan dan akan kami sampaikan perkembangannya. Saat ini, dari empat anak yang diselamatkan, kami lebih fokus terlebih dahulu pada kondisi fisik dan psikis mereka,” kata Budi.





