Program MBG: Strategi Nasional Peningkatan Status Gizi dan Kualitas Pendidikan Menuju Indonesia Emas 2045

realita.co
3 jam lalu
Cover Berita

MADIUN (Realita) – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) merupakan salah satu kebijakan strategis pemerintah Indonesia yang resmi diluncurkan pada 6 Januari 2025. Program tersebut dirancang untuk menyediakan makanan sehat dan bergizi lengkap bagi kelompok masyarakat rentan, yaitu anak usia sekolah, balita, ibu hamil, dan ibu menyusui. 

MBG digagas sebagai respons terhadap permasalahan gizi buruk dan malnutrisi yang masih menjadi tantangan serius kesehatan masyarakat di Indonesia, sekaligus sebagai fondasi pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM) unggul dalam rangka mewujudkan visi Indonesia Emas 2045.

Baca juga: Sajikan Snack Ringan, Menu MBG di Lumajang Dikomplain

Secara nasional, MBG menargetkan hingga 82,9 juta penerima manfaat dengan dukungan anggaran sebesar Rp171 triliun yang dikelola oleh Badan Gizi Nasional. Skala program yang sangat besar ini menjadikan MBG sebagai salah satu intervensi pangan dan gizi terbesar dalam sejarah kebijakan sosial Indonesia.

Manfaat utama MBG paling nyata terlihat pada perbaikan status gizi fisik peserta didik. Penelitian kuantitatif yang dilakukan di SMAN 1 Pebayuran terhadap 250 siswa menunjukkan bahwa partisipasi dalam program MBG secara signifikan meningkatkan tingkat energi, daya tahan tubuh, serta menurunkan frekuensi sakit di kalangan pelajar. Kondisi fisik yang lebih sehat ini menjadi indikator awal bahwa intervensi gizi melalui MBG berjalan efektif.

Studi ilmiah awal mengenai status gizi penerima MBG juga mengindikasikan adanya peningkatan asupan nutrisi penting, terutama protein, vitamin, dan mineral yang dibutuhkan dalam masa pertumbuhan. 

Tinjauan nilai gizi menu MBG menyatakan bahwa program ini secara teoritis mampu memenuhi sebagian besar kebutuhan nutrisi harian anak, sehingga berpotensi menurunkan risiko kekurangan gizi kronis.

Berdasarkan jurnal penelitian oleh Dede Zainudin, dosen Universitas Indraprasta PGRI, manfaat utama MBG memang paling nyata terlihat pada perbaikan status gizi fisik peserta didik.

“Program Makan Bergizi Gratis terbukti mampu meningkatkan stamina, daya tahan tubuh, serta menurunkan frekuensi sakit pada peserta didik. Ini menunjukkan bahwa intervensi gizi melalui MBG berjalan efektif,” tulis Dede Zainudin dalam hasil penelitiannya.

Hal ini sejalan dengan temuan dalam jurnal nutrisi Indonesia yang menyebutkan bahwa program makanan bergizi berhubungan positif dengan fungsi kognitif siswa sekolah dasar.

Nutrisi yang lebih seimbang terbukti mendukung kerja otak, khususnya dalam hal perhatian, daya ingat, dan kemampuan memahami materi pelajaran. Dengan demikian, MBG tidak hanya berperan sebagai intervensi kesehatan, tetapi juga sebagai instrumen pendukung proses pembelajaran di sekolah.

Efektivitas MBG sangat dipengaruhi oleh kualitas dan komposisi menu makanan yang disajikan. Studi di Makassar yang membandingkan dua varian menu MBG menu dengan susu dan menu tanpa susu menunjukkan perbedaan signifikan dalam kontribusi energi dan protein. Menu dengan susu mampu menyediakan sekitar 742 kkal energi (28 persen RDA) dan 34,9 gram protein (46,5 persen RDA) bagi remaja. 

Sementara itu, menu tanpa susu tetap menunjukkan kecukupan mikronutrien penting, seperti zat besi, yang memenuhi lebih dari 50 persen RDA.

Kualitas menu sangat menentukan dampak program MBG. Menu yang dirancang dengan komposisi seimbang mampu memenuhi kebutuhan energi dan zat gizi mikro peserta didik, demikian disimpulkan dalam studi tersebut.

Temuan ini mengindikasikan bahwa MBG memiliki potensi besar dalam mendukung pemenuhan kebutuhan energi dan zat gizi mikro yang esensial bagi tumbuh kembang anak, selama perencanaan menu dilakukan secara tepat dan berkelanjutan.

MBG tidak hanya berfokus pada pemberian makanan, tetapi juga mengintegrasikan edukasi pola makan sehat dalam pelaksanaannya di sekolah. Edukasi gizi ini bertujuan meningkatkan literasi gizi peserta didik serta menanamkan kebiasaan hidup sehat sejak usia dini.

Baca juga: Cegah Keracunan MBG, Dinkes Ponorogo: BGN Wajibkan SPPG Gunakan Air Kemasan Standar SNI

Panduan pelaksanaan MBG di sekolah menyebutkan bahwa peningkatan pengetahuan gizi serta perubahan perilaku makan menjadi salah satu hasil yang diharapkan dari program ini.

Program MBG tidak sekadar memberi makanan, tetapi juga membangun pemahaman siswa tentang pentingnya pola makan sehat, sebagaimana tertulis dalam panduan pelaksanaan MBG di sekolah.

Dari sisi pendidikan, berbagai penelitian akademik menyimpulkan bahwa perbaikan status gizi berimplikasi pada peningkatan kehadiran dan keterlibatan siswa dalam proses pembelajaran. 

Siswa yang mendapatkan asupan gizi cukup cenderung lebih aktif, jarang absen, dan lebih siap mengikuti kegiatan belajar mengajar.

Walaupun prestasi akademik dipengaruhi oleh banyak faktor lain seperti lingkungan keluarga dan kualitas sekolah, bukti empiris tetap menunjukkan adanya hubungan positif antara nutrisi yang memadai dan performa akademik.

Meski menunjukkan banyak manfaat, evaluasi ilmiah juga mengungkap bahwa dampak MBG terhadap aspek pembelajaran seperti konsentrasi dan kehadiran tidak selalu seragam. Penelitian di beberapa sekolah dasar di Jakarta menemukan bahwa meskipun MBG berkontribusi pada peningkatan status gizi, efeknya terhadap konsentrasi belajar dan absensi tidak selalu signifikan secara statistik.

Hasil ini menunjukkan bahwa program gizi perlu didukung faktor eksternal lain, seperti lingkungan keluarga dan kualitas pembelajaran di sekolah, tulis peneliti dalam laporan evaluasi tersebut.

Hal ini menunjukkan bahwa keberhasilan MBG sangat dipengaruhi oleh faktor eksternal, seperti dukungan keluarga, lingkungan sekolah, serta kualitas pelaksanaan program di lapangan. Oleh karena itu, penguatan implementasi dan sinergi dengan pemangku kepentingan lain menjadi kunci agar manfaat MBG dapat dirasakan secara optimal.

Baca juga: Fakta Mengejutkan, Seluruh Dapur MBG di Madiun Belum Kantongi Sertifikat Laik Higienis

Data evaluasi dari Badan Pusat Statistik (BPS) menjadi rujukan penting dalam mengukur dampak MBG secara empiris. Survei monitoring dan evaluasi MBG pada pertengahan tahun 2025 melibatkan berbagai pihak, mulai dari penyedia layanan gizi, pemasok bahan pangan, sekolah, hingga rumah tangga penerima manfaat.

Secara umum, responden menilai program MBG memberikan dampak positif terhadap kesehatan, pendidikan, dan ekonomi lokal, demikian salah satu temuan awal survei BPS.

Hasil awal survei menunjukkan adanya persepsi positif terhadap dampak MBG pada kesehatan, pendidikan, serta penyerapan tenaga kerja dan penguatan rantai pasok bahan baku lokal, meskipun hasil statistik rinci belum dipublikasikan secara nasional.

Secara keseluruhan, Program Makan Bergizi Gratis (MBG) merupakan kebijakan strategis yang memiliki potensi besar dalam meningkatkan status gizi, kesehatan, dan kualitas pendidikan masyarakat Indonesia. 

Dengan cakupan penerima manfaat yang luas dan dukungan anggaran yang signifikan, MBG menjadi fondasi penting dalam pembangunan SDM menuju Indonesia Emas 2045.

Keberhasilan MBG ke depan sangat ditentukan oleh konsistensi implementasi dan kolaborasi semua pihak, menjadi catatan penting dalam evaluasi program.

Namun, agar dampaknya optimal dan berkelanjutan, diperlukan evaluasi berkelanjutan, peningkatan kualitas implementasi, sllerta integrasi dukungan dari keluarga dan lingkungan sekolah.yw

Editor : Redaksi


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
BPJS PBI Tidak Aktif di Faskes? Ini Cara Mudah Mengaktifkannya Kembali
• 9 jam lalutvonenews.com
thumb
Link Live Streaming Proliga 2026: Megawati Hangestri Cs Main Lagi, Ada Gresik Phonska Hadapi Jakarta Livin Mandiri
• 9 jam lalutvonenews.com
thumb
Kemendikdasmen Gandeng McGill dan UEA, Perkuat Kepemimpinan Guru Indonesia
• 11 jam lalutvrinews.com
thumb
Cara Daftar BSU Februari 2026 Buat yang Belum Dapat
• 13 jam lalubisnis.com
thumb
Barcelona lanjutkan tren kemenangan setelah telan Mallorca 3-0
• 20 jam laluantaranews.com
Berhasil disimpan.