Tambang Emas Pani memproduksi 100-115 ribus ounces emas pada 2026 seiring rampungnya fase konstruksi dan dimulainya operasi heap leach.
IDXChannel - PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS) menargetkan Tambang Emas Pani memproduksi 100-115 ribus ounces emas pada 2026 seiring rampungnya fase konstruksi dan dimulainya operasi heap leach.
Perseroan menyampaikan, fasilitas heap leach Pani akan beroperasi dengan kapasitas awal 8 juta ton per tahun (Mtpa), lebih tinggi dari rencana awal sebesar 7 Mtpa.
Studi lanjutan masih berlangsung untuk meningkatkan kapasitas menjadi 10 Mtpa setelah 2026, seiring optimalisasi desain dan pengembangan tambang.
"Memasuki 2026, fokus perseroan adalah mencapai produksi emas perdana secara aman, merealisasikan produksi sesuai panduan, serta terus mengoptimalkan Pani untuk menghasilkan nilai jangka panjang yang berkelanjutan bagi seluruh pemangku kepentingan," kata Presiden Direktur EMAS, Boyke Poerbaya Abidin dalam keterangan dikutip Minggu (8/2/2026).
Boyke menjelaskan, progres konstruksi proyek Pani telah mencapai 94 persen. Kegiatan penambangan dimulai sejak Oktober 2025, bertepatan dengan pengaliran listrik dari jaringan PLN berbasis Renewable Energy Certificate (REC).
Tahapan berikutnya meliputi penghancuran bijih pada November 2025 dan penumpukan bijih hasil penghancuran pada Desember 2025.
Tonggak penting juga dicapai melalui proses commissioning fasilitas Adsorption, Desorption and Recovery (ADR). Dengan selesainya tahap ini, proyek Pani berada pada posisi siap memulai irigasi heap leach dan produksi emas perdana pada awal 2026.
"Kuartal ini menandai transisi penting bagi EMAS seiring Pani beralih dari tahap konstruksi menuju commissioning dan operasi. Peningkatan kapasitas pengolahan, pertumbuhan cadangan yang kuat, serta penyelesaian tonggak pengembangan utama mencerminkan kualitas dan skala proyek ini," tutur dia.
Selain heap leach, EMAS turut mempercepat pengembangan fasilitas Carbon-in-Leach (CIL). Perseroan melakukan rekonfigurasi desain agar fasilitas CIL dapat mulai beroperasi dengan kapasitas penuh 12 Mtpa pada 2028, lebih cepat dari rencana awal yang menargetkan tahap awal 7,5 Mtpa pada 2029. Pekerjaan tanah untuk fasilitas CIL telah dimulai sejak Januari 2026.
Untuk mendukung fleksibilitas pendanaan proyek, anak usaha EMAS memperoleh fasilitas kredit bergulir (Revolving Credit Facility/RCF) senilai USD350 juta dengan tenor 60 bulan dari sindikasi bank lokal dan internasional. Fasilitas ini memperkuat struktur pendanaan pengembangan tambang Pani di tengah fase awal produksi.
Dari sisi sumber daya, EMAS juga mencatatkan peningkatan signifikan cadangan bijih emas Pani menjadi 190,3 juta ton dengan kandungan 4,8 juta ounces emas. Kenaikan cadangan ini mempertegas skala ekonomi dan prospek jangka panjang tambang Pani sebagai salah satu aset utama Perseroan.
Hingga saat ini, EMAS telah menginvestasikan sekitar USD238 juta untuk belanja konstruksi dan praproduksi pada operasi open-pit heap leach.
Perseroan optimistis target produksi 2026 dapat tercapai, bergantung pada persetujuan Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB).
(DESI ANGRIANI)



