FAJAR, MAKASSAR – Musyawarah Provinsi (Musprov) Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI) Sulawesi Selatan Tahun 2026 resmi dibuka dan berlangsung lancar serta penuh keakraban. Kegiatan yang digelar di Hotel Almadera, Makassar, Minggu (8/2/2026), ini menjadi momentum penting dalam menentukan arah pembinaan dan peningkatan prestasi bulutangkis Sulawesi Selatan ke depan.
Ketua PBSI Sulawesi Selatan periode 2021–2025 yang telah menjabat selama tiga periode, Devo Khaddafi, menyampaikan rasa syukur atas suksesnya pelaksanaan Musprov. Ia menilai seluruh rangkaian kegiatan berjalan kondusif dan mencerminkan kedewasaan organisasi.
“Kita sangat bersyukur pelaksanaan Musprov berjalan lancar dan semuanya berjalan dengan baik. Alhamdulillah, pemilihan ketuanya juga berlangsung dengan adem dan penuh kebersamaan. Ini menunjukkan kedewasaan organisasi PBSI Sulawesi Selatan,” ujar Devo.
Devo berharap kepengurusan PBSI Sulsel periode 2026–2030 dapat membawa organisasi ke arah yang lebih baik, berkembang, dan berprestasi, sehingga mampu mengharumkan nama Sulawesi Selatan di tingkat nasional.
“Insyaallah kita doakan agar kepengurusan PBSI Sulsel periode 2026–2030 lebih baik, lebih berkembang, dan lebih berprestasi. Saya yakin Prof. Warsinggih mengetahui apa yang harus dilakukan karena beliau mantan atlet dan mendapat dukungan penuh dari seluruh pengurus kabupaten dan kota,” tambahnya.
Ia juga menegaskan bahwa dirinya tidak pernah merasa jauh dari PBSI meskipun sudah tidak lagi menjabat.
“PBSI adalah rumah kita bersama para pecinta bulutangkis. Rumah ini harus kita jaga sebagai tempat mengabdi untuk kemajuan bulutangkis Sulawesi Selatan,” tuturnya.
Sementara itu, Sudarto Adinagoro, Koordinator Wilayah Pengurus Pusat (PP) PBSI, menegaskan komitmen pengurus pusat dalam mendukung pembinaan atlet di daerah. Menurutnya, PP PBSI saat ini telah menyiapkan berbagai program baru, termasuk pelaksanaan seleksi nasional.
“Dengan terpilihnya Prof. Warsinggih sebagai Ketua Umum PBSI Sulsel, kami berharap pembinaan semakin maju dan terukur. Dari pusat kami siap membantu, baik melalui pelatihan wasit, pelatih, maupun program lainnya, sehingga target besar Sulawesi Selatan dalam persiapan PON dapat tercapai dengan baik,” jelas Sudarto.
Sebagai Ketua Umum PBSI Sulawesi Selatan periode 2026–2030, Prof. Warsinggih mengapresiasi jalannya Musprov yang berlangsung tertib, kondusif, dan penuh kekeluargaan.
“Alhamdulillah Musprov berjalan lancar, seluruh peserta hadir dan PP PBSI juga hadir. Berdasarkan mandat Musprov ini, langkah awal kami adalah menyusun kepengurusan baru, mempersiapkan pelantikan, dan selanjutnya melaksanakan rapat kerja,” ungkap Prof. Warsinggih.
Ia menambahkan, terdapat tujuh kabupaten/kota yang masa kepengurusannya telah berakhir dan akan segera dibentuk kepengurusan baru. Setelah itu, PBSI Sulsel akan melakukan evaluasi serta memprioritaskan penyelenggaraan event-event tingkat kabupaten sebagai ajang seleksi atlet.
“Ke depan, event-event tingkat kabupaten akan menjadi prioritas agar proses seleksi atlet dapat dilakukan secara berjenjang dan berkelanjutan,” tutupnya.
Musprov PBSI Sulsel 2026 ini diharapkan menjadi titik awal era baru kebangkitan prestasi bulutangkis Sulawesi Selatan, baik di tingkat nasional maupun internasional.




