Dewan Pers di HPN 2026: Disrupsi Digital Jadi Momentum Media Bebenah

suara.com
3 jam lalu
Cover Berita
Baca 10 detik
  • Ketua Dewan Pers Komarudin Hidayat menyampaikan poin ini di HPN 2026 Serang, Banten, 8 Februari 2026.
  • Disrupsi digital merupakan momentum bagi media untuk melakukan konsolidasi sekaligus revitalisasi diri secara kreatif.
  • Masyarakat tetap mencari media arus utama sebagai sumber berita terpercaya di tengah banjir informasi toksik.

Suara.com - Disrupsi digital dianggap menjadi momentum media untuk bebenah dengan melakukan konsolidasi dan revitalisasi media. Hal itu dungkapkan Ketua Dewan Pers Komaruddin Hidayat saat menghadiri Konvensi Nasional Media Massa dalam rangka Hari Pers Nasional atau HPN 2026 di Hotel Aaston Serang, Banten Minggu 8 Februari 2026.

Komaruddin mengungkapkan, di tengah disrupsi digital yang dihadapi industri pers, media harus menjadikannnya momen untuk memperbaiki diri. Ia bahkan menyebut disrupsi sebagai konstanta sejarah.

"Karena ada disrupsi peradaban maju dan manusia ditantang untuk kretif dan inovatif," kata Komarudin di hadapan ratusan awak media peserta HPN 2026.

Komarudin bahkan membagi tiga kelompok masyarakat dalam menghadapi disrupsi. Kelompok pertama merupakan mereka yang merasa kalah dan hanya mengeluh.

Kelompok selanjutnya merupakan mereka yang bertahan hingga menunggu keadaan membaik. Sementara, kelompok ketiga merupakan kelompok kretif atau pionir yang membaca peluang di balik perubahan.

"Saya melihat insan pers termasuk kelompok ketiga yang optimis dan dinamis dan menghadapi era disrupsi," ujarnya.

Ia kemudian memberi pengibaratan disrupsi digitas bagai banjir besar yang menimbulkan kekacauan namun di sisi lain menyuburkan lahan hingga membuka peluang baru.

"Dalam kondisi banjir masyarakat tetap mencari 'Air Bersih' yakni sumber berita yang dapat dipercaya. Di tengah banjir hoaks dan informasi toksik, masyarakat kembali mencari media maenstream sebagai rujukan," ungkapnya.

Komarudin berharap momen Konvensi Media Massa dalam HPN 2026 ini memperkuat konsolidasi dan optimisme untuk terus beradaptasi secara kreatif.

Baca Juga: Homeless Media dan Negosiasi Kredibilitas dalam Masyarakat Jaringan

"Saya optimis, kita boleh berkeluh kesah, tapi jangan lama-lama. Karena disrupsi tidak akan panjang jika direspon dengan kreatifitas dan inovasi," pungkasnya.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Geger! Temuan Pria Tewas di Indekos Bandar Lampung, Kepala Jenazah Terbungkus Plastik | KOMPAS SIANG
• 9 jam lalukompas.tv
thumb
ISC Gelar Pengamatan Gerhana Bulan Total Sekaligus Eduwisata Religi di TMII pada 3 Maret 2026
• 5 jam lalukompas.tv
thumb
Pengamat: Secara Akademis, Tujuan Mulia Indonesia Gabung BoP Sulit Dibuktikan
• 42 menit lalubisnis.com
thumb
Netanyahu akan Ketemu Trump Rabu Pekan Depan, Bahas Iran
• 20 jam lalukumparan.com
thumb
464 Rumah Rusak Akibat Bencana Tanah Bergerak di Tegal, Warga Mengungsi di 4 Titik | KOMPAS SIANG
• 11 jam lalukompas.tv
Berhasil disimpan.