Presiden AS Donald Trump mengatakan pihaknya melakukan pembicaraan yang sangat baik tentang Iran setelah kedua pihak mengadakan dialog tidak langsung di Oman. Kedua pihak akan mengadakan putaran negosiasi lain pada minggu depan.
"Kami juga telah melakukan pembicaraan yang sangat baik tentang Iran," kata Trump kepada wartawan di atas Air Force One dalam perjalanan ke resor Mar-a-Lago miliknya di Florida, dilansir AFP, Minggu (8/2/2026).
"Kami akan bertemu lagi awal minggu depan," tambah Trump.
Sedangkan Iran mengharapkan mengadakan lebih banyak negosiasi dengan AS, seraya memuji "suasana positif" selama sehari pembicaraan di kesultanan Teluk tersebut.
Sebelumnya kelompok angkatan laut Amerika yang dipimpin kapal induk di perairan Timur Tengah, delegasi AS dan Iran mengadakan pembicaraan di Muscat pada hari Jumat yang dimediasi oleh Oman tanpa bertemu langsung secara publik.
Selanjutnya, tak lama setelah pembicaraan berakhir, AS mengumumkan sanksi baru terhadap entitas dan kapal pengiriman, yang bertujuan untuk mengekang ekspor minyak Iran.
Trump juga menandatangani perintah eksekutif pada Jumat yang memungkinkan pemerintahannya untuk mengenakan tarif pada barang-barang dari negara-negara yang berbisnis dengan Iran, dengan potensi pungutan apa pun yang mengancam perdagangan dengan negara-negara termasuk China, Jerman, dan Uni Emirat Arab.
Tidak jelas apakah langkah-langkah tersebut terkait dengan pembicaraan tersebut, yang merupakan pembicaraan pertama antara kedua musuh sejak Amerika Serikat bergabung dengan perang Israel melawan Iran pada bulan Juni dengan serangan terhadap situs nuklirnya.
Sementara Iran memperingatkan terhadap ancaman lebih lanjut setelah Washington meningkatkan kemungkinan aksi militer baru. Trump mengancam Iran jika tak membuat kesepakatan, maka akan ada konsekuensi berat.
"Jika mereka tidak membuat kesepakatan, konsekuensinya sangat berat," kata Trump.
(yld/idn)



