Iran Siap Negosiasi Program Nuklir dengan AS, Tolak Nol Pengayaan Uranium

detik.com
5 jam lalu
Cover Berita
Jakarta -

Presiden AS Donald Trump mengatakan pihaknya melakukan pembicaraan yang sangat baik tentang Iran setelah kedua pihak mengadakan dialog tidak langsung di Oman. Kedua pihak akan mengadakan putaran negosiasi lain pada minggu depan.

"Kami juga telah melakukan pembicaraan yang sangat baik tentang Iran," kata Trump kepada wartawan di atas Air Force One dalam perjalanan ke resor Mar-a-Lago miliknya di Florida, dilansir AFP, Minggu (8/2/2026).

"Kami akan bertemu lagi awal minggu depan," tambah Trump.

Sedangkan Iran mengharapkan mengadakan lebih banyak negosiasi dengan AS, seraya memuji "suasana positif" selama sehari pembicaraan di kesultanan Teluk tersebut.

Sebelumnya kelompok angkatan laut Amerika yang dipimpin kapal induk di perairan Timur Tengah, delegasi AS dan Iran mengadakan pembicaraan di Muscat pada hari Jumat yang dimediasi oleh Oman tanpa bertemu langsung secara publik.

Selanjutnya, tak lama setelah pembicaraan berakhir, AS mengumumkan sanksi baru terhadap entitas dan kapal pengiriman, yang bertujuan untuk mengekang ekspor minyak Iran.

Baca juga: Netanyahu Bakal Bertemu Trump di AS Bahas Iran

Trump juga menandatangani perintah eksekutif pada Jumat yang memungkinkan pemerintahannya untuk mengenakan tarif pada barang-barang dari negara-negara yang berbisnis dengan Iran, dengan potensi pungutan apa pun yang mengancam perdagangan dengan negara-negara termasuk China, Jerman, dan Uni Emirat Arab.

Tidak jelas apakah langkah-langkah tersebut terkait dengan pembicaraan tersebut, yang merupakan pembicaraan pertama antara kedua musuh sejak Amerika Serikat bergabung dengan perang Israel melawan Iran pada bulan Juni dengan serangan terhadap situs nuklirnya.

Sementara Iran memperingatkan terhadap ancaman lebih lanjut setelah Washington meningkatkan kemungkinan aksi militer baru. Trump mengancam Iran jika tak membuat kesepakatan, maka akan ada konsekuensi berat.

"Jika mereka tidak membuat kesepakatan, konsekuensinya sangat berat," kata Trump.




(yld/idn)


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Perempuan, Aktor Kunci dan Garda Terdepan Menghadapi Krisis Iklim 
• 5 jam lalukompas.id
thumb
Update Penerima Bansos PKH-BPNT 2026 Tahap 1 yang Cair Februari 2026, Ini Cara Ceknya
• 2 jam lalukompas.tv
thumb
ULC PCI, Terobosan Aman bagi Pasien Jantung dengan Risiko Gangguan Ginjal
• 10 jam lalupantau.com
thumb
Menghilangnya Wajah Ridwan Kamil di Kolong Underpass Dewi Sartika Depok
• 18 jam lalukompas.com
thumb
Serapan Tenaga Kerja Naik Akhir 2025
• 5 jam lalukatadata.co.id
Berhasil disimpan.