Analis Peringatkan Tren Penurunan Bitcoin Masih Bakal Berlanjut

kumparan.com
2 jam lalu
Cover Berita

Harga Bitcoin saat ini sudah kembali ke titik awal sebelum Donald Trump menang pemilu pada 2024 lalu, sehingga semua kenaikan harga yang sempat terjadi sebelumnya kini sudah sirna.

Penurunan ini memicu kekhawatiran di kalangan pelaku pasar bahwa tren pelemahan masih akan berlanjut akibat menipisnya likuiditas dan ketidakpastian kebijakan ekonomi global.

Mengutip Reuters, Pada perdagangan terbaru, Bitcoin sempat jatuh ke bawah level 61.000 dolar AS, titik terendah sejak satu bulan sebelum pemilu Amerika Serikat dimulai.

Meski sempat mengalami pemulihan singkat ke level 70.000 dolar AS, para analis menilai fondasi pasar saat ini jauh lebih rapuh dibandingkan akhir tahun lalu.

Analis riset dari Kaiko, Thomas Probst, menjelaskan bahwa penyebab utama rapuhnya harga Bitcoin saat ini adalah menipisnya kedalaman pasar atau market depth.

"Kemampuan pasar untuk menyerap transaksi besar tanpa memicu fluktuasi harga yang ekstrem telah berkurang secara signifikan," kata dia mengutip Reuters, Minggu (8/2).

Data menunjukkan kedalaman pasar Bitcoin menyusut dari 8 juta dolar AS pada 2025 menjadi hanya sekitar 5 juta dolar AS saat ini.

Kondisi ini menyebabkan pesanan jual dalam jumlah kecil sekalipun dapat memberikan tekanan harga yang jauh lebih besar dibandingkan biasanya. Fenomena ini diperkirakan akan membuat pergerakan harga Bitcoin menjadi lebih liar dan sulit diprediksi dalam waktu dekat.

Penunjukan Ketua The Fed

Tekanan tambahan juga datang dari faktor makroekonomi setelah Presiden Donald Trump menunjuk Kevin Warsh sebagai Ketua Federal Reserve berikutnya.

Penunjukan ini direspons negatif oleh pasar kripto karena Warsh diprediksi akan mengambil kebijakan moneter yang lebih ketat, termasuk penyusutan neraca keuangan bank sentral yang berpotensi menekan permintaan aset berisiko seperti Bitcoin.

Selain itu, mulai muncul rasa kecewa di kalangan investor terkait janji kampanye Trump mengenai pembentukan cadangan strategis Bitcoin nasional.

Meskipun perintah eksekutif untuk mengelola aset sitaan telah ditandatangani, pemerintah Amerika Serikat sejauh ini belum melakukan aksi pembelian besar besaran di pasar terbuka seperti yang diharapkan sebelumnya.

Sinyal Dasar Pasar Mulai Terlihat?

Walaupun tren penurunan diprediksi masih membayangi, beberapa analis mulai melihat adanya peluang bagi investor untuk melakukan akumulasi.

Kepala riset di CoinShares, James Butterfill, mencatat bahwa aksi jual oleh para pemegang besar mulai menunjukkan tanda tanda melambat.

"Beberapa investor kini mulai melihat penurunan harga ini sebagai peluang beli daripada sinyal untuk meninggalkan pasar," kata dia.

Namun, dengan tingginya korelasi antara Bitcoin dan pergerakan saham teknologi, arah pasar kripto ke depan akan sangat bergantung pada stabilitas ekonomi Amerika Serikat dan kebijakan tarif dagang yang akan diterapkan selanjutnya.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Runner-up Piala Asia Futsal 2026, Souto: Timnas Indonesia Didukung Dunia
• 13 jam lalubisnis.com
thumb
Gajah Sumatera Ditemukan Mati Mengenaskan, Kapolda Riau Marah dan Janji Usut Tuntas | SAPA MALAM
• 1 jam lalukompas.tv
thumb
Bertahan demi Satu Abad NU
• 10 jam lalukompas.id
thumb
Bulog Siap Salurkan Bantuan Beras kepada 33,2 Juta Penerima
• 11 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
5 Rekomendasi Ponsel Tangguh di Musim Hujan, Usung Sertifikasi IP69 hingga IP54
• 23 jam laluwartaekonomi.co.id
Berhasil disimpan.