FAJAR, MAROS — Pementasan hikayat yang dibawakan siswa kelas XII SMA Angkasa Maros menjadi salah satu penampilan paling menyita perhatian dalam rangkaian Skyfest Vol. 2. Mengangkat kisah kepahlawanan serta adat dan budaya Bugis–Makassar, pementasan ini tidak hanya menyuguhkan hiburan, tetapi juga menghadirkan narasi sejarah dan nilai kearifan lokal yang dikemas secara kreatif dan bermakna.
Alur cerita hikayat dimulai dengan penggambaran kehidupan masyarakat Bugis–Makassar yang menjunjung tinggi nilai siri’ na pacce, kebersamaan, serta penghormatan terhadap adat dan leluhur. Melalui narasi suara, gerak tari, dan iringan musik tradisional, penonton diajak memahami latar sosial dan budaya yang menjadi fondasi lahirnya tokoh-tokoh pahlawan dalam sejarah Bugis–Makassar.
Pada bagian klimaks, pementasan menampilkan semangat kepahlawanan dan persatuan masyarakat Bugis–Makassar. Nilai keberanian, kesetiaan, dan tanggung jawab terhadap bangsa dan budaya disampaikan secara simbolik melalui gerakan tari yang kuat serta lantunan suara yang penuh emosi. Adegan ini menjadi penegasan pesan moral bahwa jati diri dan budaya harus dijaga serta diwariskan kepada generasi penerus.
Pementasan ditutup dengan refleksi tentang pentingnya menjaga warisan budaya di tengah arus modernisasi. Para siswa menampilkan adegan kebersamaan sebagai simbol kesinambungan nilai-nilai luhur Bugis–Makassar dari masa lalu hingga masa kini.
Guru mata pelajaran Bahasa Daerah SMA Angkasa Maros, Verawati, menjelaskan bahwa pementasan hikayat ini merupakan bagian dari proses pembelajaran. Kegiatan tersebut bertujuan memperdalam pemahaman siswa terhadap karya sastra daerah, khususnya hikayat yang mengandung nilai budaya, moral, dan kearifan lokal masyarakat Bugis–Makassar.
“Melalui pementasan ini, siswa tidak hanya memahami teks secara teori, tetapi juga mampu menginterpretasikan isi hikayat secara kreatif melalui tari, suara, dan ekspresi,” ujarnya.
Menurutnya, selain memperkuat keterampilan berbahasa, pementasan hikayat juga melatih kerja sama, tanggung jawab, dan kepercayaan diri siswa selama proses latihan hingga pementasan. Dengan demikian, pementasan hikayat kelas XII di Skyfest Vol. 2 menjadi media pembelajaran yang hidup sekaligus upaya pelestarian budaya daerah Sulawesi Selatan.
Selain pementasan hikayat, Skyfest Vol. 2 menghadirkan lomba tingkat SMP/MTs se-Kabupaten Maros dan Kota Makassar dengan item lomba, yakni poster, speech, story telling, puisi berbahasa Inggris, nyanyi solo, tari kreasi, fotografer, dan video dokumenter. (*)




