Bisnis.com, BALIKPAPAN — Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) mencatatkan lonjakan signifikan dalam produksi jagung pipilan sepanjang 2025, dengan angka produksi mencapai 10.290 ton jagung pipilan kering kadar air 14%.
Kepala BPS Kaltim Mas'ud Rifai menyatakan pencapaian ini melampaui target tahun sebelumnya dengan kenaikan mencapai 160,22% atau setara 6.340 ton dibandingkan realisasi 2024 yang hanya 3.960 ton.
"Pada 2025, luas panen jagung pipilan mencapai 2,11 ribu hektare," ujarnya dalam keterangan resmi, Minggu (2/2/2026).
Dia mengungkapkan bahwa luas panen jagung pipilan pada 2025 mencapai 2.110 hektare, meningkat drastis sebesar 1.190 hektare atau 129,28% dari tahun sebelumnya yang tercatat 920 hektare. Dengan demikian, produktivitas pertanian jagung di wilayah ini menunjukkan tren positif yang patut diperhitungkan.
Menariknya, puncak masa panen jagung pipilan tahun 2025 terjadi pada Juni dengan luas 300 hektare, berbeda dengan pola tahun sebelumnya yang mencapai puncak pada Oktober.
Dari sisi metodologi, BPS menggunakan Survei Kerangka Sampel Area (KSA) yang dikembangkan bersama Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) untuk menghasilkan estimasi objektif.
Baca Juga
- Panen Padi Kaltim 2025 Naik 8,5%: Kukar, Paser hingg PPU Dominan
- Tingkat Kemiskinan Kaltim Merangkak Naik usai 30 Bulan Konsisten Turun
- Neraca Dagang Kaltim Tetap Surplus meski Impor Melonjak, Ini Alasannya
Survei melibatkan pengamatan terhadap 21.979 sampel segmen lahan berbentuk bujur sangkar berukuran satu hektare di seluruh Indonesia, kecuali DKI Jakarta.
Adapun total luas panen jagung tahun 2025 mencakup tiga kategori a.l panen hijauan seluas 170 hektare (3,85%), panen muda seluas 2.020 hektare (47,09%), dan panen pipilan seluas 2.110 hektare (49,06%). Komposisi ini menunjukkan bahwa hampir separuh total panen merupakan jagung pipilan yang siap dipasarkan.
Sementara itu, proyeksi untuk kuartal pertama 2026 menunjukkan potensi luas panen mencapai 590 hektare dengan estimasi produksi 3.020 ton jagung pipilan kering kadar air 14%.
Namun, Mas'ud menyebutkan angka ini masih bersifat sementara dan dapat berubah setelah realisasi survei periode Januari—Maret 2026 dirilis.
Adapun, dia menuturkan konversi produksi dari jagung tongkol kering panen menjadi jagung pipilan kering menggunakan formula hasil Survei Konversi Jagung 2020, dengan angka konversi 75,67% untuk kadar air 28% dan 55,94% untuk kadar air 14%. Standarisasi ini memastikan konsistensi data produksi nasional.




