Grid.ID - Perayaan Tahun Baru Imlek selalu identik dengan tradisi berbagi angpau yang sarat makna. Menjelang Imlek 2026, pertanyaan seputar berapa banyak uang yang sebaiknya dimasukkan ke dalam amplop merah kembali mencuat.
Bagi masyarakat Tionghoa, angpau bukan sekadar pemberian uang, melainkan simbol doa, keberuntungan, dan kesejahteraan. Karena itu, pengisian angpau tidak boleh dilakukan secara sembarangan.
Ada aturan, filosofi, dan etika yang perlu diperhatikan agar tradisi ini tetap bermakna. Lantas, bagaimana panduan mengisi angpau yang tepat saat Imlek 2026?
Tradisi Angpau dalam Perayaan Imlek 2026
Imlek 2026 kembali menjadi momen penting bagi warga keturunan Tionghoa untuk mempererat hubungan keluarga dan kerabat. Salah satu tradisi utama yang tak pernah terlewat adalah membagikan angpau dalam amplop merah.
Dalam budaya Tionghoa, warna merah melambangkan kebahagiaan, keberuntungan, kemakmuran, dan energi positif. Karena itu, angpau menjadi simbol harapan baik yang dibagikan saat Imlek 2026.
Angpau umumnya diberikan oleh mereka yang lebih tua kepada yang lebih muda. Selain sebagai bentuk berbagi rezeki, angpau juga dimaknai sebagai doa agar penerimanya mendapatkan keberuntungan sepanjang tahun.
Makna Filosofis Angpau
Menurut Budayawan Budi Santosa Tanuwibawa, angpau memiliki makna filosofi sebagai transfer kesejahteraan dan energi positif. Artinya, angpau melambangkan aliran rezeki dari yang mampu kepada yang membutuhkan, dari orangtua ke anak, atau dari anak yang sudah menikah kepada orangtuanya.
Dalam tradisi lama, uang angpau bahkan tidak dianjurkan untuk langsung dibelanjakan. Angpau dianggap sebagai pemberian Dewa Cai Shen atau Dewa Rezeki, sehingga sebaiknya disimpan terlebih dahulu di dompet atau kantong sebagai simbol menjaga keberuntungan.
Siapa Saja yang Berhak Menerima Angpau?
Dalam tradisi Imlek 2026, penerima angpau yang utama adalah anak-anak. Selain itu, anak yang sudah menikah juga diwajibkan memberikan angpau kepada orangtuanya sebagai bentuk bakti. Anak yang sudah menikah masih boleh menerima angpau, tetapi hanya dari orangtuanya.
Sementara itu, orang dewasa yang sudah mapan namun belum menikah tetap berhak menerima angpau. Tradisi ini bukan hanya tentang materi, tetapi juga doa agar mereka segera mendapatkan jodoh dan kehidupan yang lebih sejahtera di tahun baru.
Berapa Nominal Uang Angpau?
Pertanyaan paling sering muncul menjelang Imlek 2026 adalah soal nominal angpau. Secara umum, jumlah uang angpau disesuaikan dengan kemampuan ekonomi masing-masing pemberi. Tidak ada standar baku yang mengikat, karena esensi angpau bukan terletak pada besar kecilnya nominal.
Namun, ada aturan tradisional yang perlu diperhatikan. Dikutip dari Tribun Kaltim, nominal angpau tidak boleh mengandung angka 4, seperti Rp4.000 atau Rp40.000, karena pelafalannya mirip dengan kata “mati” dalam bahasa Mandarin. Selain itu, jumlah uang juga tidak dianjurkan bernilai ganjil karena dianggap kurang membawa keberuntungan.
Menurut Ketua DPW Ikatan Pemuda Tionghoa Indonesia (IPTI) Glenn Wijaya, besaran angpau sering dibedakan berdasarkan usia penerima. Untuk anak-anak dan remaja, nominalnya biasanya lebih kecil dibandingkan orang dewasa.
"Jumlah angpau untuk anak-anak dan remaja biasanya dibedakan, namun tidak ada patokan pasti karena tergantung kondisi ekonomi si pemberi. Standarnya untuk anak di bawah 17 tahun, ratusan ribu Rupiah,” ujarnya dikutip dari Kompas.com, Minggu (8/2/2026).
Etika dalam Memberi Angpau
Selain isi angpau, tulisan atau ucapan yang menyertainya juga penting dalam perayaan Imlek 2026. Kata-kata pada amplop angpau sebaiknya berkaitan dengan kebahagiaan, kesehatan, panjang umur, dan kemakmuran. Ucapan tersebut diharapkan menjadi doa baik bagi penerima di tahun yang baru.
Saat memberi atau menerima angpau, gunakan kedua tangan sebagai bentuk penghormatan. Ucapan seperti Xin Nian Kuai Le atau Gong Xi Fa Cai juga menjadi bagian dari etika yang tak terpisahkan dari tradisi Imlek 2026.
Pada akhirnya, Imlek 2026 kembali menegaskan bahwa angpau bukan tentang besar kecilnya nominal. Yang terpenting adalah niat berbagi, warna merah sebagai lambang keberuntungan, serta doa tulus yang menyertainya. Selama diberikan dengan penuh keikhlasan dan mengikuti etika tradisi, angpau akan tetap menjadi simbol kebahagiaan dan harapan baik di Tahun Baru Imlek. (*)
Artikel Asli



