JAKARTA – Hasil survei nasional Indikator Politik Indonesia menyebut, tingkat kepuasan publik (approval rating) terhadap kinerja Presiden Prabowo Subianto mencapai 79,9 persen. Keseriusan pemerintah dalam pemberantasan korupsi menjadi faktor utama yang mendorong tingginya tingkat kepuasan tersebut.
Peneliti utama sekaligus pendiri Indikator Politik Indonesia, Burhanuddin Muhtadi, mengatakan tingkat kepuasan tersebut tergolong sangat tinggi jika dibandingkan dengan periode awal pemerintahan presiden-presiden sebelumnya.
“Kalau dijumlahkan antara responden yang menyatakan sangat puas dan cukup puas, angkanya mencapai 79,9 persen. Ini sangat tinggi untuk ukuran approval rating seorang presiden,” ujar Burhanuddin saat memaparkan hasil surveinya secara daring, Minggu (8/2/2026).
Burhanuddin menjelaskan, ketika responden yang menyatakan puas ditanya mengenai alasan kepuasan mereka, pemberantasan korupsi muncul sebagai faktor paling dominan. “Kalau ditanya apa yang membuat mereka puas, alasan utamanya adalah memberantas korupsi,” ujarnya.
Ia menambahkan, temuan ini menunjukkan adanya pergeseran persepsi publik terhadap Presiden Prabowo.
“Sebelumnya, Pak Prabowo lebih banyak dipersepsikan sebagai sosok yang tegas. Namun sejak Oktober 2025, variabel yang paling menentukan kepuasan di kalangan pendukungnya adalah pemberantasan korupsi,” kata Burhanuddin.
Selain agenda antikorupsi, faktor lain yang turut menopang kepuasan publik adalah seringnya pemerintah menyalurkan bantuan kepada masyarakat, terutama di tengah berbagai dinamika nasional sepanjang 2025.
Menurut Burhanuddin, tingginya tingkat kepuasan publik juga tidak terlepas dari modal politik Presiden Prabowo yang kuat sejak awal pemerintahan. Namun demikian, ia menegaskan bahwa konsistensi dalam agenda pemberantasan korupsi akan menjadi faktor kunci dalam menjaga penilaian publik ke depan.
“Evaluasi publik ini harus dijaga. Kalau tidak bisa diterjemahkan dalam dukungan politik yang berkelanjutan, tentu akan menjadi persoalan tersendiri,” pungkasnya.
Survei dilakukan pada 15–21 Januari 2026, atau sekitar satu tahun tiga bulan sejak Presiden Prabowo dilantik pada 20 Oktober.
Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara tatap muka terhadap 1.220 responden dengan metode simple random sampling. Survei ini memiliki margin of error sekitar 2,9 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.
Original Article


