jpnn.com, JAKARTA - Pengamat Komunikasi Digital Universitas Nasional, Nursatyo menilai peran Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya sangat strategis dalam meredam spekulasi negatif di media sosial melalui pola komunikasi yang responsif.
Berdasarkan temuan survei nasional Indikator Politik Indonesia periode 15-21 Januari 2026, tingkat kepuasan riil publik berada di angka 79,9% (gabungan "Cukup Puas" 66,9% dan "Sangat Puas" 13%).
BACA JUGA: Seskab Teddy Tameng Presiden, Pasang Badan demi Wajah Pemerintahan
Jika menggunakan pembacaan optimistis dengan penambahan margin of error 2,9%, angka tersebut bahkan berpotensi mencapai 82,2%.
Menurut Nursatyo, di era informasi yang bergerak sangat cepat, narasi di media sosial sangat memengaruhi persepsi publik terhadap Kepala Negara.
BACA JUGA: Seskab Teddy Bantah Perjalanan Luar Negeri Presiden Prabowo Pakai 2 Pesawat
Di sinilah peran Seskab Teddy sebagai orang kepercayaan Presiden menjadi sangat krusial.
"Komunikasi yang responsif dan cepat dari Seskab Teddy dalam menanggapi isu-isu yang beredar di media sosial terbukti dapat mengurangi kerisauan masyarakat. Ini menciptakan persepsi bahwa pemerintah hadir dan memberikan respons yang jelas serta tepat waktu," ujar Nursatyo menanggapi rilis survei tersebut, Minggu (8/2).
BACA JUGA: Seskab Teddy dan Kepala OIKN Bahas Progres Pembangunan IKN Pascakunjungan Prabowo
Nursatyo menambahkan, langkah strategis ini sangat penting untuk meminimalkan spekulasi negatif yang kerap berkembang liar di jagat digital.
Dengan komunikasi yang tepat, keresahan publik bisa langsung dikanalisasi menjadi pemahaman yang positif.
Nursatyo melihat adanya sinkronisasi antara kerja nyata di lapangan dengan cara pemerintah mengomunikasikannya kepada publik.
Salah satu contohnya adalah dukungan masif sebesar 70,7% terhadap aksi Kejaksaan Agung menunjukkan pengembalian aset negara senilai Rp 6,6 triliun.
"Ketika muncul isu atau hasil penindakan hukum yang besar, Seskab Teddy memastikan orkestrasi informasinya sampai ke publik dengan tepat. Hal ini menutup celah bagi narasi-narasi menyesatkan dan justru memperkuat kepercayaan publik terhadap Presiden," pungkasnya.
Rilis survei nasional Indikator Politik Indonesia ini melibatkan 1.220 responden dengan metode multistage random sampling dan memiliki tingkat kepercayaan 95%. (dil/jpnn)
Redaktur & Reporter : M. Adil Syarif




