JAKARTA, KOMPAS.com - Maraknya parkir liar di kawasan Pasar Petak Sembilan, Glodok, Jakarta Barat, dikeluhkan sejumlah pengunjung yang datang.
Kondisi tersebut membuat arus lalu lintas yang satu arah dan ruang pejalan kaki menjadi semrawut, terutama saat akhir pekan.
Iqbal (28), pengunjung asal Kalideres, mengaku merasa terganggu dengan kondisi kawasan tersebut saat datang ke lokasi.
Baca juga: Semrawutnya Petak Sembilan Jakbar, Parkir Liar hingga Jalan Rusak Ganggu Lalu Lintas
Ia menyebut arus lalu lintas di Petak Sembilan kerap tidak tertib, termasuk adanya kendaraan yang melawan arah.
“Pusing, sudah pasti pusing. Banyak banget yang lawan arah, jadi makin macet. Apalagi Sabtu-Minggu, hari biasa saja sebenarnya sudah macet,” ujar Iqbal saat ditemui di Petak Sembilan, Minggu.
Ia juga menyayangkan kondisi trotoar yang digunakan untuk parkir liar.
Pasalnya, fasilitas pendestrian tersebut sudah dibangun dengan sebaik mungkin untuk pejalan kaki.
Namun, fakta di lapangan justru trotoar tersebut digunakan untuk lahan parkir liar. Bahkan ada juga yang digunakan oleh pengendara motor untuk putar arah.
“Trotoarnya sudah bagus, tapi dipakai buat parkir liar. Pejalan kaki jadi tidak punya ruang,” kata dia.
Keluhan serupa disampaikan oleh Lina (38), pengunjung asal Lebak Bulus.
Ia mengaku tidak nyaman untuk berjalan kaki saat berada di Pasar Petak Sembilan.
Baca juga: Laga Persija vs Arema Usai, Jalan Gerbang Pemuda Macet di Kedua Arah
Hal itu dikarenakan tak ada cukup ruang baginya untuk berjalan di trotoar sehingga ia sempat menggunakan bahu jalan saat tiba di lokasi.
"Berbahaya sih tapi mau tidak mau harus turun ke jalan karena akses di trotoarnya kurang," kata dia.
Dengan adanya kondisi parkir liar yang marak di Pasar Petak Sembilan, Lina berharap ada tindakan tegas dari pemerintah agar praktik tersebut tidak terus berulang.
"Kondisi gini kayak gini kayanya sudah lama ya tapi amat disayangkan selalu terjadi lagi dan lagi di setiap tahunnya. Harusnya kondisi begini pemerintah sudah bisa cari solusinya," ucap dia.