tvOnenews.com - Setelah menanti cukup lama, akhirnya Ressa Rizky Rossano mendapat pengakuan anak kandung dari Denada.
Meski membuatnya terasa lega, namun Ressa Rizky mengaku hatinya belum sepenuhnya tenang. Di satu sisi ia bersyukur atas pengakuan tersebut, namun masih tersisa perasaan yang belum terjawab.
Kuasa hukum Ressa Rizky, Ronald Armada turut mengungkapkan kekecewaannya terhadap klarifikasi Denada yang disampaikan melalui media sosial.
Ia menilai pernyataan tersebut belum menyentuh esensi paling mendasar dari relasi seorang ibu dan anak yang telah terpisah cukup lama.
Ronald menegaskan bahwa pengakuan seorang ibu terhadap anaknya tidak dapat disamakan dengan konsep pemaafan dalam ranah hukum.
Menurutnya, terdapat perbedaan mendasar antara pengakuan secara formal dan ikatan batin yang semestinya terbangun antara ibu dan anak.
“Kalau dia ngomong konsep melakukan pengakuan itu, ini bukan konsep seperti pemaafan hakim sebagaimana yang diutarakan dalam OAP, istilahnya rechterlijk pardon,” ungkap kuasa hukum Ressa Rizky, Ronald Armada pada tayangan YouTube Cumicumi.
“Rechterlijk pardon itu cukup hakim melalui putusan pengadilan bisa memaafkan, istilahnya memberikan pengampunan. Masalahnya, ini kan konsepnya Das Sollen. Das Sollen itu kan keadaan batiniah,” sambungnya
- YouTube Cumicumi
Pengakuan yang diharapkan Ressa dinilai tidak cukup jika hanya disampaikan melalui media sosial.
Dari pengakuan tersebut, diharapkan pula terbangun hubungan ikatan batin antara ibu dan anak yang diyakini hanya dapat tercipta melalui pertemuan secara langsung.
“Pengakuan itu bukan masalah hanya klarifikasi. Yang dimaksud pengakuan itu bagaimana caranya ada hubungan batiniah antara seorang ibu kepada anaknya, yang tidak mungkin disampaikan lewat konferensi pers atau lewat medsos. Harus tatap muka, entah nanti diikuti dengan pelukan hangat,” jelasnya.
Klarifikasi Denada yang disampaikan melalui media sosial membuat pihak Ressa menila masihi ada sejumlah hal yang perlu diluruskan.
Bahkan, Ronald Armada menaruh kecurigaan adanya kemungkinan motif tertentu di balik pernyataan yang disampaikan Denada.
“Ini kan lucu. Denada ini jangan-jangan sampai dia membuat framing bahwa pengakuan itu untuk mengantisipasi agar dia tidak lagi diblokir di stasiun TV, bukan pengakuan sebagai seorang ibu kepada anaknya yang membuka perasaannya sehingga timbul rasa sayang, rasa rindu, dan ingin memeluk anaknya,” kata Ronald.

