VIVA – Pria yang diduga menembak Jenderal Intelijen Militer Rusia Vladimir Alekseyev di Moskow telah ditangkap di Dubai, kata badan intelijen Dinas Keamanan Federal Rusia (FSB) pada hari Minggu, 8 Februari 2026.
FSB menyebutkan pelaku adalah warga negara Rusia berusia 60-an atas nama Lyubomir Korba, yang menurut mereka ditangkap oleh polisi di Uni Emirat Arab dan kemudian diekstradisi ke Rusia.
Lyubomir Korba diidentifikasi sebagai warga asli Wilayah Ternopol Ukraina, yang mencoba membunuh seorang jenderal senior Rusia awal pekan ini, bertindak atas instruksi dari dinas rahasia Ukraina saat tiba di Moskow pada bulan Desember untuk melakukan serangan tersebut, kata juru bicara Komite Investigasi Svetlana Petrenko.
"Telah dipastikan bahwa Korba tiba di Moskow pada akhir Desember atas instruksi dari dinas rahasia Ukraina untuk melakukan serangan teror," kata Petrenko.
Menurut Petrenko, pelaku penembakan terbang dari Rusia ke Uni Emirat Arab beberapa jam setelah percobaan pembunuhan terhadap Letnan Jenderal Vladimir Alekseyev. Ia ditahan di Dubai dan diekstradisi ke Rusia.
Kantor berita TASS juga melaporkan pada hari Minggu bahwa seorang pria kedua bernama Viktor Vasin ditangkap di Moskow, sementara seorang wanita Zinaida Serebritskaya yang diduga sebagai kaki tangan pelaku penembakan telah melarikan diri ke Ukraina, mengutip FSB.
Surat kabar Rusia Kommersant mengutip sumber yang dekat dengan penyelidikan pada hari Sabtu yang mengatakan bahwa dua tersangka dalam penembakan tersebut "akan segera diinterogasi" dan didakwa.
Alekseyev, wakil kepala GRU, badan intelijen militer Rusia, ditembak beberapa kali di sebuah blok apartemen di Moskow pada hari Jumat, kata para penyelidik. Pria berusia 64 tahun itu, yang karyanya telah diakui oleh Presiden Vladimir Putin dengan penghargaan Pahlawan Rusia, dilaporkan dalam kondisi serius dan membutuhkan operasi.
Para penyelidik mengatakan pada hari Jumat bahwa seorang pria bersenjata tak dikenal telah melepaskan beberapa tembakan ke arah Alekseyev sebelum melarikan diri dari tempat kejadian.
Pihak berwenang telah membuka kasus pidana atas percobaan pembunuhan terhadap petugas penegak hukum dan penyimpanan senjata ilegal ke dalam tahanan, kata seorang juru bicara pengadilan kepada TASS.



:strip_icc()/kly-media-production/medias/5494267/original/074796900_1770282617-anta.jpeg.webp)
