Makassar (ANTARA) - Pemerintah Kota Makassar menyiapkan hadiah ratusan juta rupiah bagi RT/RW yang serius mengelola sampah mulai dari sumbernya dan mendorong partisipasi warga menjaga kebersihan lingkungan.
"Penghargaan akan diberikan kepada RT/RW terbaik pada akhir tahun, dengan hadiah mencapai ratusan juta rupiah. Ini untuk menunjukkan bahwa kita serius menjaga lingkungan. Kebersihan adalah dasar dari kesehatan," ujar Munafri pada silaturahmi RT/RW di Makassar, Minggu.
Ketua IKA FH Unhas itu juga mengajak masyarakat rutin melakukan kerja bakti mingguan dan memanfaatkan bank sampah.
Baca juga: Wali Kota Makassar tekankan pelayanan dan kebersihan kepada RT/RW
Botol plastik bekas yang bernilai jual Rp7.000–Rp8.000 per kilogram dinilai bisa menjadi sumber tambahan pendapatan di tingkat RT.
Terkait retribusi sampah, Munafri menjelaskan bahwa kebijakan pembebasan biaya hanya diberikan kepada warga kurang mampu.
Salah satunya diukur melalui daya listrik rumah tangga 900 watt. Kebijakan ini bertujuan menjaga daya beli masyarakat miskin.
Baca juga: Wali Kota usulkan gerai Mandar hadir di Makassar perkuat ekonomi lokal
"Kalau tinggal di perumahan real estate, tidak bisa minta gratis sampah. Ini soal keadilan," kata dia.
Pada kesempatan ini, Munafri juga memperkenalkan sistem pengaduan publik berbasis digital melalui aplikasi Lontara. Seluruh RT/RW diwajibkan mengunduh aplikasi tersebut agar dapat memantau dan meneruskan aduan warga secara cepat.
Dia menegaskan bahwa aduan yang tidak ditindaklanjuti dalam dua hari akan langsung masuk ke ponsel pribadinya untuk segera dievaluasi.
"Persoalan jalan, sampah, dan drainase harus cepat diselesaikan. Alhamdulillah, tahun ini banjir di Makassar jauh berkurang dibanding tahun-tahun sebelumnya," ujar dia.
Baca juga: Komisi V DPR RI, BBWS, Pemkot kolaborasi tata kota Makassar
Baca juga: Kedubes Singapura buka peluang kerja sama dengan Pemkot Makassar
"Penghargaan akan diberikan kepada RT/RW terbaik pada akhir tahun, dengan hadiah mencapai ratusan juta rupiah. Ini untuk menunjukkan bahwa kita serius menjaga lingkungan. Kebersihan adalah dasar dari kesehatan," ujar Munafri pada silaturahmi RT/RW di Makassar, Minggu.
Ketua IKA FH Unhas itu juga mengajak masyarakat rutin melakukan kerja bakti mingguan dan memanfaatkan bank sampah.
Baca juga: Wali Kota Makassar tekankan pelayanan dan kebersihan kepada RT/RW
Botol plastik bekas yang bernilai jual Rp7.000–Rp8.000 per kilogram dinilai bisa menjadi sumber tambahan pendapatan di tingkat RT.
Terkait retribusi sampah, Munafri menjelaskan bahwa kebijakan pembebasan biaya hanya diberikan kepada warga kurang mampu.
Salah satunya diukur melalui daya listrik rumah tangga 900 watt. Kebijakan ini bertujuan menjaga daya beli masyarakat miskin.
Baca juga: Wali Kota usulkan gerai Mandar hadir di Makassar perkuat ekonomi lokal
"Kalau tinggal di perumahan real estate, tidak bisa minta gratis sampah. Ini soal keadilan," kata dia.
Pada kesempatan ini, Munafri juga memperkenalkan sistem pengaduan publik berbasis digital melalui aplikasi Lontara. Seluruh RT/RW diwajibkan mengunduh aplikasi tersebut agar dapat memantau dan meneruskan aduan warga secara cepat.
Dia menegaskan bahwa aduan yang tidak ditindaklanjuti dalam dua hari akan langsung masuk ke ponsel pribadinya untuk segera dievaluasi.
"Persoalan jalan, sampah, dan drainase harus cepat diselesaikan. Alhamdulillah, tahun ini banjir di Makassar jauh berkurang dibanding tahun-tahun sebelumnya," ujar dia.
Baca juga: Komisi V DPR RI, BBWS, Pemkot kolaborasi tata kota Makassar
Baca juga: Kedubes Singapura buka peluang kerja sama dengan Pemkot Makassar


:strip_icc()/kly-media-production/medias/5496393/original/026915300_1770529930-Jepretan_Layar_2026-02-06_pukul_12.45.00.png)