Bisnis.com, JAKARTA – Indeks harga saham gabungan (IHSG) diprediksi masih akan tertekan. Di akhir perdagangan Jumat (6/2) IHSG terkoreksi 2,08% ke 7.935. Dalam sepekan terakhir indeks komposit bahkan turun 4,73% dengan outflow asing di pasar reguler mencapai Rp1,2 triliun.
Dalam situasi tertekan ini, sejumlah saham seperti PNLF, ADRO, AMRT, sampai INDF masuk ke dalam daftar rekomendasi saham pilihan analis.
Equity Analyst PT Indo Premier Sekuritas (IPOT), Imam Gunadi menjabarkan sejumlah sentimen yang diprediksi akan menekan pasar saham Indonesia. Pertama, pasar diwarnai dengan eskalasi geopolitik antara Amerika Serikat (AS) dengan Iran yang kian panas.
IPOT melihat risiko geopolitik tetap tinggi karena AS pada saat yang sama menjatuhkan sanksi baru terkait ekspor minyak Iran. Iran menyita kapal tanker kecil di Teluk Persia dan kedua pihak saling melontarkan ancaman. Kami menilai peluang eskalasi serangan terbatas di maritim masih terbuka meski jalur diplomasi berlanjut,” jelasnya dalam riset mingguan, Senin (8/2/2026).
Di sisi lain, meredanya ketegangan perang dagang antara AS dengan India memberikan sentimen positif bagi ekonomi domestik karena India merupakan salah satu mitra dagang terbesar Indonesia. Imam menjelaskan, Presiden Donald Trump telah menghapus tarif tambahan 25% dan memangkas tarif resiprokal sehingga tarif efektif turun menjadi 18%.
Sementara itu dari domestik, ada sentimen Moody’s yang memangkas outlook Indonesia dan beberapa emiten. Moody’s mempertahankan peringkat kredit Indonesia di level Baa2, namun menurunkan outlook menjadi negatif karena meningkatnya ketidakpastian kebijakan dan melemahnya prediktabilitas serta koordinasi pemerintah yang dinilai berisiko menggerus kredibilitas kebijakan dan kepercayaan investor, meski fundamental ekonomi masih relatif solid.
Baca Juga
- IHSG Awal Pekan Berisiko Lanjut Koreksi ke 7.712, Cermati Saham AMRT, AUTO & INDF
- Pasar Tunggu Rilis Data Global & Domestik, IHSG Pekan Depan Diprediksi Fluktuatif
- Analis Antisipasi Koreksi IHSG 2026, Ancaman Downgrade dari MSCI jadi Risiko Terburuk
Imam menjelaskan bahwa penurunan outlook sovereign Indonesia menjadi negatif oleh Moody’s berdampak langsung pada penurunan batas atas peringkat (rating cap) berbagai emiten besar, termasuk BUMN seperti Telkom, Pertamina, dan bank-bank utama (Mandiri, BRI, BNI, BCA, BTN). Bagi emiten non-BUMN seperti Indofood CBP dan United Tractors, risiko meningkat melalui ketergantungan pada stabilitas makro dan akses pendanaan.
Kondisi ini mempersempit ruang kenaikan peringkat serta membuat seluruh kelompok emiten lebih sensitif terhadap potensi penurunan peringkat lebih lanjut jika tekanan fiskal dan ketidakpastian kebijakan terus berlanjut. Selain itu, ICBP juga memiliki eksposur utang berdenominasi dolar AS yang digunakan dalam akuisisi Pinehill, sehingga pelemahan stabilitas makro, volatilitas nilai tukar, maupun kenaikan premi risiko negara berpotensi mempengaruhi ICBP.
"Secara keseluruhan, dengan masih tingginya faktor kehati-hatian global dan domestik, pergerakan pasar pada pekan ini diproyeksikan bervariasi cenderung melemah terbatas, dengan level support di 7.716 dan resistance di 8.207," tandasnya.
Di tengah situasi ini, IPOT merekomendasikan sejumlah saham, yaitu PT Panin Financial Tbk. (PNLF) dengan target harga Rp292 dan stop loss di Rp260. Kemudian, saham PT Alamtri Resources Indonesia Tbk. (ADRO) dengan target harga Rp2.240 dan stop loss di Rp2.000. Berikutnya, saham PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk. (PANI) dengan target harga Rp9.600 dan stop loss di Rp8.600.
Sementara itu, Tim Riset MNC Sekuritas mencatat pada koreksi IHSG di penutupan perdagangan Jumat (6/2) dibarengi dengan tekanan jual. Pada perdagangan hari Senin (9/2), MNC Sekuritas memperkirakan area koreksi IHSG akan ada di level 7.712-7.785.
"Selama masih mampu berada di atas 7.712 sebagai supportnya, maka IHSG berpeluang menguat ke rentang 8.284-8.440," tulis sekuritas.
Saham yang direkomendasikan MNC Sekuritas hari ini adalah PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk. (AMRT) dengan target harga Rp1.935 dan Rp1.995 serta stop loss di Rp1.750. Kemudian saham PT Astra Otoparts Tbk. (AUTO) dengan target harga di Rp2.700 dan Rp2.790 serta stop loss di Rp2.430.
Kemudian, saham PT Indofood Sukses Makmur Tbk. (INDF) dengan target harga di Rp7.150 dan Rp7.450 serta stop loss di Rp6.525, serta saham PT Trimegah Bangun Persada Tbk. (NCKL) dengan target harga Rp1.385 dan Rp1.430 serta stop loss di Rp1.255.
______
Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.

/https%3A%2F%2Fasset.kgnewsroom.com%2Fphoto%2Fpre%2F2021%2F04%2F22%2F82a39352-a2c5-4a17-bdd6-a4fcac8b6222_jpg.jpg)


