Pasar logam mulia mengalami volatilitas ekstrem dalam beberapa sesi terakhir termasuk di Jumat (6/2). Harga emas dan perak sempat mencatat penurunan harian terdalam dalam beberapa dekade pada perdagangan hari tersebut setelah sebelumnya menyentuh level tertinggi sepanjang sejarah.
Dikutip dari Reuters, harga emas spot melonjak 2,6% ke US$4.894,99. Perak spot juga menguat tajam sebesar 5,5% ke US$75,15.
Baca Juga: BI Pastikan Kenaikan Harga Emas Tak Ganggu Target Inflasi Tahun ini
Sementara itu, emas berjangka naik tipis 0,4% ke US$4.905,8. Berbeda arah, perak berjangka justru terkoreksi 3% ke US$74,46.
CME Group kembali menaikkan persyaratan margin untuk kontrak berjangka emas dan perak. Langkah ini dilakukan guna meredam risiko dalam pasar logam mulia yang bergejolak tajam.
Margin merupakan dana jaminan yang wajib disetor investor dalam pasar berjangka kepada bursa atau lembaga kliring untuk mengantisipasi risiko gagal bayar. Bursa umumnya menaikkan margin ketika pergerakan harga dinilai terlalu ekstrem.
COMEX 100 Gold Futures terkena kenaikan margin awal dan margin pemeliharaan menjadi 9%. Ia sendiri diberlakukan bagi akun Non-Heightened Risk Profile (Non-HRP). COMEX 5000 Silver Futures mendapati margin awal dan margin pemeliharaannya dinaikkan menjadi 18%.
CME sendiri telah mengubah metode penetapan margin kontrak logam mulia. Margin kini ditentukan berdasarkan persentase nilai kontrak, menggantikan sistem lama yang menggunakan nominal dolar tetap.
Baca Juga: Belajar Trading dari Nol bersama WeMasterTrade: Panduan untuk Pemula
Sejak perubahan metode tersebut, ia telah menaikkan margin sebanyak tiga kali. Langkah berulang tersebut menegaskan tingginya tekanan volatilitas dalam pasar emas dan perak global.



