Kronologi Pria Dianiaya Tetangga di Jakbar, Berawal Protes Suara Drum Berisik

kompas.com
2 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com – Seorang warga bernama Darwin (32) menjadi korban penganiayaan oleh tetangganya di Jalan Dahlia III, Kapuk, Cengkareng, Jakarta Barat, Sabtu (7/2/2026).

Berdasarkan pemantauan Kompas.com di lokasi, Senin (9/2/2026),  depan rumah pelaku yang menjadi lokasi keributan tersebut, terpampang plang sebuah kantor pengacara hukum (law firm).

Penganiayaan yang dilakukan oleh bapak dan anak tersebut karena tak terima ditegur suara bising drum yang dimainkan anak pelaku.

Bermula dari Teguran Suara Drum

Menurut Darwin, konflik ini bermula dari gangguan suara drum yang sudah berlangsung sejak Agustus 2025 silam.

Darwin mengaku sudah berulang kali menegur secara baik-baik, bahkan melibatkan RT hingga Satpol PP, namun suara bising tersebut tetap berlanjut.

"Sebenarnya sih simpel ya, ini masalah cuma dia berisik main drum. Terus saya sudah tegur lebih dari lima kali baik-baik, lewat RT sampai sudah sampai Satpol PP datang, tetap dia masih main," ujar Darwin saat ditemui Kompas.com di lokasi, Senin.

Baca juga: Seorang Pria Dianiaya Tetangga di Jakbar gara-gara Protes Pelaku Main Drum

Suara bising itu dinilai sangat mengganggu istri Darwin yang sedang menjalani program hamil hingga merasakan stres karena tak bisa istirahat.

"Kami sudah sampai emosi. Masalahnya, istri saya kan lagi program hamil, dia stres berat. Dia (istri) jadi langsung lempar-lempar barang, sudah sampai pukul pintu sampai berdarah," ucap Darwin.

Janji Pasang Peredam

Menurut Darwin, setelah ditegur beberapa kali, pelaku sempat berjanji meminta waktu untuk memasang peredam suara.

Namun, peredam suara tersebut tak kunjung dipasang hingga ia kembali menegur pelaku.

"Itu sudah mulai dari awal teguran dia mau pasang. Tapi sampai sekarang, dia sudah beberapa kali teguran sampai Satpol PP, dia bilang mau pasang tapi masih belum pasang," kata Darwin.

Baca juga: Teguran untuk Tetangga yang Main Drum Berujung Luka

Akhirnya pada tahun lalu, pelaku pun memasang peredam suara tersebut.

Namun, peredam itu tak berpengaruh dan tetap menimbulkan keberisikan.

"Terus mungkin di tanggal berapa dia pasang, tapi masih terdengar gitu. Jadi saya lapor masih kedengaran gitu loh ke dia," ujarnya.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }
Puncak Keributan

Puncak kejadian pada Sabtu, ketika anak pelaku kembali bermain drum siang hari sekitar pukul 14.00 WIB.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Survei Indikator: TNI jadi Lembaga Paling Dipercaya Publik, DPR Paling Buncit
• 21 jam lalubisnis.com
thumb
Usut Laporan "Mens Rea" Pandji Pragiwaksono, Polisi Akan Minta Pendapat Ahli
• 29 menit lalukompas.com
thumb
4 Catatan Menarik Pekan ke-20 BRI Super League 2025/2026: Persib Makin Perkasa di Puncak, Hanya 1 Laga Berakhir Imbang
• 2 jam lalubola.com
thumb
Prabowo Ingin Pemimpin Menanggalkan Kebencian dan Dengki
• 20 jam lalumerahputih.com
thumb
Kesatria Bengawan Solo Bungkam Pacific Caesar 93–68, Kentrell Barkley dan Deon Thompson Tampil Gemilang
• 18 jam lalupantau.com
Berhasil disimpan.