Jakarta, VIVA – Keputusan Pesulap Merah untuk menjalani poligami bersama Ratu Rizky Nabila ternyata tidak berjalan mulus sejak awal. Di balik sorotan publik dan berbagai asumsi yang beredar, pemilik nama asli Marcel Radhival ini mengungkap bahwa ia sempat menghadapi penolakan dari istri pertamanya saat menyampaikan niat tersebut.
Pengakuan itu disampaikan Pesulap Merah secara terbuka sebagai bentuk klarifikasi atas perjalanan rumah tangganya. Ia tidak menampik bahwa reaksi awal sang istri pertama adalah hal yang wajar, mengingat keputusan poligami bukan perkara ringan dan membutuhkan kesiapan emosional dari semua pihak yang terlibat. Scroll ke bawah untuk simak artikel selengkapnya.
- Instagram @marcelradhival1
“Pernah komunikasi ya tentunya pasti pernah gitu cuma ya awal-awal ya pasti ada nggak terima dan semacamnya tapi lama-lama pas ngobrol chat-chat, mereka ngobrol berdua chattingan bahkan saling titip-titipan pesulap merah jadinya ya marahin saya dan semacamnya,” ungkap Pesulap Merah yang dikutip dari tayangan YouTube pada Senin, 9 Februari 2026.
Meski sempat diwarnai penolakan dan ketegangan, komunikasi menjadi kunci utama dalam proses tersebut. Pesulap Merah menuturkan bahwa seiring berjalannya waktu, obrolan yang intens dan keterbukaan perlahan membuat suasana mencair. Hubungan yang awalnya kaku mulai berubah menjadi lebih tenang dan dewasa.
Ia juga mengungkap bahwa ada satu alasan penting di balik keputusannya berpoligami yang tidak bisa ia ungkap ke publik. Alasan tersebut hanya disampaikan kepada istri pertamanya secara pribadi, dan menjadi titik balik dalam proses penerimaan.
“Tapi ada nah ini masalahnya nggak bisa dipublish ke siapa pun ya. Ada sebuah alasan yang saya jelasin ke dia, dia akhirnya mengerti, berusaha memaklumi, terus juga akhirnya saya kenalin ke Ratu, Ratu baik loh, nggak berharap untuk ngerebut dan semacamnya gitu,” ungkapnya lagi.
Setelah proses penjelasan tersebut, Pesulap Merah mulai memperkenalkan Ratu Rizky Nabila kepada istri pertamanya. Ia menegaskan bahwa Ratu tidak memiliki niat untuk merebut posisi siapa pun, melainkan hadir dengan sikap menghormati dan menjaga batasan. Hal inilah yang perlahan membangun kepercayaan di antara mereka.

/https%3A%2F%2Fcdn-dam.kompas.id%2Fphoto%2Fori%2F2023%2F02%2F28%2Fe23f27d6-7072-4c21-8d1e-994b30009211.jpg)

