Bank Sentral China kembali menambah cadangan emas nasional pada Januari. Ia memperpanjang tren pembelian emasnya menjadi yang ke-15.
Data People's Bank of China (PBOC) menunjukkan kepemilikan emas bank tersebut meningkat menjadi 74,19 Juta Troy Ounce di Januari 2026. Angka tersebut naik tipis dari 74,15 Juta Troy Ounce di Desember 2025.
Baca Juga: BI Pastikan Kenaikan Harga Emas Tak Ganggu Target Inflasi Tahun ini
Nilai cadangan emas tersebut juga melonjak seiring dengan kenaikan harga emas. China baru-baru ini mencatatkan total nilai cadangan sekitar US$369,58 Miliar di Januari 2026.
PBOC sempat menghentikan tren pembelian emas selama delapan belas bulan pada Mei 2024. Namun, bank sentral kembali melanjutkan akumulasi cadangan emas enam bulan kemudian, menegaskan peran emas sebagai bagian penting strategi diversifikasi cadangan devisa dari China.
Adapun emas yang selama ini dipandang sebagai aset lindung nilai terhadap risiko politik dan ekonomi sempat mengalami lonjakan spekulatif pada Januari. Harga emas global bahkan mendekati rekor di US$5.600.
Baca Juga: Alasan China Ogah Batasi Senjata Nuklirnya Lewat Perjanjian New Start Rusia-AS
Meski demikian, reli harga emas akhirnya mereda tajam setelah pencalonan dari Kevin Warsh di Federal Reserve. Langkah tersebut memicu perubahan ekspektasi pasar terhadap arah kebijakan suku bunga dari Amerika Serikat (AS).



